Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Photo Faida di Ambudes Ditutup, Banner Hendy di Jompo , Bawaslu: Masih Akan Koordinasi

Loading...

JEMBER – Photo dr. Faida di Ambulan Desa (Ambudes) beberapa waktu lalu ditutup secara serentak, tidak tanggung-tanggung, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember bahkan ditemani Pansus Pilkada DPRD Jember, vidionya pun viral di media sosial saat anggota dewan menutup photo Faida dengan lakban.

Komisioner KPU Jember Susanto mengatakan desain atau alat peraga kampanye yang benar sebagaimana PKPU ada nama dan nomor urut paslon, visi dan misi, program paslon, foto pas calon, “Tanda gambar partai politik atau gabungan partai politik yang, foto pengurus partai politik atau gabungan partai politik jadi itu yang diperbolehkan,” ujar Susanto, Selasa 6 Oktober 2020.

Selain itu, lanjut Susanto, desain materi alat peraga kampanye dilarang mencantumkan nama atau foto Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia atau pihak lain yang tidak menjadi pengurus Partai politik contohnya misalnya tokoh salah satu ormas itu tidak boleh sebab bukan pengurus partai politik.

Ketua Bawaslu Jember, Thabrony Pusaka mengatakan saat ini sudah masuk tahapan kampanye, pemasangan APK ada titiknya sendiri, daerah mana saja yang diperbolehkan dengan yang tidak. Bila diluar titik yang sudah ditentukan maka harus ditertibkan.

Thobrony menyebutkan, bahwa lokasi Jompo yang terletak di jantung kota termasuk daerah yang dilarang. Namun demikian, saat ditanya adanya spanduk milik Paslon Nonor 2, Thabrony mengaku masih akan melakukan koordinasi.

“Jompo ini termasuk salah satu yang tidak boleh dipasang APK kemarin kita juga sudah malakukan penertipan lah tapi kan muncul lagi muncul lagi,” katanya. Bawaslu, lanjut Thabrony, akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan APK yang muncul hari ini. (RF/Tahrir).

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.