Terbit : 23 April, 2019 - Jam : 09:10

Petugas Polsek Labuhan Berhasil Bekuk DPO Pembunuh Siswa SMK

Loading...

Medan – Kasus peristiwa penikaman yang menewaskan siswa SMK Bina Taruna, M Risky Hamdandi alias Dandi (16) oleh salah satu pelaku yang sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), polisi akhirnya ditangkap di Loket Bus PMH, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (20/42019) lalu.

 

Pelakunya Ramadhan Tambunan Alias Rambo (18) warga Jalan Pulau Seram, Kecamatan Medan Belawan. Kini pelaku telah mendekam di sel Mapolsek Medan Labuhan.

 

Penangkapan itu berhasil dilakukan berkat dari informasi pelaku akan pulang ke rumahnya. Lantas, polisi langsung melakukan pengintaian di salah satu loket bus di Jalan Sisingamangaraja Medan.

 

Akhirnya, sang aktor penikaman yang menewaskan Risky warga Pasar Lama, Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan itu langsung diringkus.

 

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto, saat dikonfirmasi,  Senin (22/4/2019),mengatakan, penangkapan itu berkat adanya informasi tentang niat pelaku untuk pulang ke Belawan. Pelaku diringkus setelah 3 minggu menjadi buronan Polsek Medan Labuhan.

 

“Pelaku sudah kita amankan, saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan pelaku. Atas perbuatannya, pelaku telah mengakui telah melakukan penikaman terhadap korban,” ungkap Kompol Rosyid.

 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 338 KHUPidana Subsider 351 Ayat (1) KHUpidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

“Kasusnya akan segera kita limpahkan ke pangadilan, agar proses hukum pelaku segera ditindaklanjuti di pengadilan,” ujar Kompol Rosyid.

 

Sekadar pantauan kronologis kasus kejadian itu, penikaman terjadi, ketika korban bersama teman-temannya duduk di pangkal titi. Pelaku datang dengan mengendarai sepeda motornya melintas dari lokasi dimana korban sedang santai duduk bersama teman-teman korban, dan seketika itu terjadi riak-riak selisih paham antara pelaku dengan korban.

 

Lantas, pelaku langsung meninggalkan korban beserta teman korban dengan sepeda motornya. Namun, entah setan apa merasuk dipikiran pelaku,  pelaku memutar balik sepeda motornya, kembali mendatangi korban. Pelaku langsung memukul korban hingga terjatuh.

 

Melihat kejadian itu, teman korban, mencoba melerai pertengkaran pelaku kepada korban,  tetapi karena pelaku membawa sebilah pisau, teman korban tidak bisa membantu korban, dan

pelaku yang memang membawa sebilah pisau itu, langsung menikam punggung korban sebanyak 2 kali, akhirnya korban tersungkur bersimbah darah.

 

Teman korban,  memohon bantuan pada warga,  dan ketika itu warga mengejar pelaku yang kabur dengan sepeda motornya. Karena kelihaian pelaku mengendarai sepeda motornya,  warga akhirnya kehilangan jejak pelaku.

 

Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, korban dilarikan warga masyarakat ke RS PHC Belawan. Setibanya di rumah sakit, Risky, pelajar SMK Bina Taruna, tidak tertolong lagi karena telah banyak kehilangan darah dan akhirnya ia tewas.

(Dharma)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.