Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Perut Besar Itu, Gerogoti Tubuh Samsidar

Loading...

ACEH TAMIANG – Samsidar (66), Wanita paruh baya itu terkulai tak berdaya diatas selembar tikar tua dalam kamar rumahnya, dibilangan desa Air Tenang Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Perutnya terus membesar, meski sudah dilakukan diagnosis (menganalisa penyakit secara kedokteran) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, hasilnya juga nol besar.

Dokter tak mampu mendeteksi penyakit yang diderita wanita paruh baya, penjaga kebun masyarakat dikampung, tempat dia menetap. Mimpi kesembuhan masih jauh menggelayut dipikiran Samsidar.

Kondisi Samsidar sangat mengkawatirkan dan memprihatinkan, betahun tahun penyakit aneh itu menggerogoti tubuhnya, semakin hari semakin besar perutnya.

Tak ada daya yang bisa diharap Samsidar dari keluarganya, sebab; keluarganya juga hidup dalam kondisi yang pas pasan. Dia hanya mampu berserah diri pada Allah SWT, mengetuk pintu hati para dermawan mau membantunya.

Semasa sehat, Samsidar adalah sosok wanita tangguh, apapun dialakukan termasuk menjaga kebun milik orang, hanya sekedar untuk menyambung dan bertahan hidup.

Hari ini, tubuhnya terkulai sejalan usianya yang merangkak senja. Namun semangat untuk sembuh teramat besar, “Kalau saya sembuh, saya tidak membuat susah banyak orang, sebab semua bisa saya lakukan sendiri dengan baik,” itu katanya, saat dikunjungi; Adil Guci, Kabid Investigasi Badan Advokasi Indonesia (BAI) di rumahnya.

Penggalan kata Samsidar, mengetuk pintu hati sukarelawan untuk mau membantunya, berobat. Asa itu menyemangati dirinya melawan penyakit yang dia derita.

Samsidar, seorang janda, ia hidup sebatang kara tanpa suami dan anak, kondisi itu telah menempa dirinya menjadi sosok wanita tegar dan kuat menghadapi hidup dan kehidupan.

Nasib tak berpihak kepada dia, sosok wanita tangguh tersebut, kini tak berdaya, terbaring lemah di alas tikar akibat menderita penyakit langka, bagian perutnya kian membesar.

Pengakuan Samsidar pada Adil; dia merasa perutnya semakin membesar; kurun waktu satu bulan terakhir ini. Perut wanita tua itu mengalami keganjilan tak seperti biasanya, dibagian perutnya kian membesar hingga tampak seperti Ibu hamil.

Kata Samsidar, setiap harinya dia harus berjuang menahan rasa sakit dibagian perut yang kian terus membesar. Diagnosis Rumah Sakit memufuskan asanya dari kesembuhan.

Kondisi Samsidar, kian hari terus memburuk, ditambah keterbatasan ekonomi dia terus berjuang melawan penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

Saat ini; Samsidar hidup menumpang dan diurus oleh jiran yang berdekatan dengannya, Dia berharap belas kasih orang orang disekeliling.

Adil berharap, Pemerintah, baik Bupati maupun Ketua DPRD Kabupaten Aceh Tamiang sudah selayaknya turun langsung dan memperhatikan permasalahan Masyarakat miskin seperti kasus Ibu Samsidar.

Sebagai bentuk empati pemerintah terhadap Masyarakatnya, hal tersebut sangat penting, setidaknya, kehadiran para pemangku jabatan dapat mengurangi penderitaan orang orang seperti Samsidar.

“Saya berharap Allah SWT segera mengangkat penyakit Ibu Samsidar, mungkin dengan sedikit derma kita, penyakit ibu samsidar dapat sembuh secara total dan beliau dapat menjalani Operasi jika secara medis tindakan tersebut dibutuhkan,” pungkas Adil. (Syawaluddin).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.