Pernyataan Kodam Cenderawasih Soal Isu Serangan Udara Oleh Pasukan Gabungan TNI-Polri Di Nduga

NusantaraTerkini.Com, Papua – Kodam XVII/ Cenderawasih menyatakan Isu adanya serangan udara oleh pasukan TNI pada 11 Juli 2018 di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga Papua tidak benar.

Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pergerakan pasukan TNI untuk mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga baik dari darat maupun lewat udara.

Saat ini alutsista TNI khususnya pesawat udara baik Hellycopter maupun pesawat sayap tetap belum pernah digunakan untuk melaksanakan Serbuan di Papua.

“Sejauh ini alutsista TNI hanya digunakan untuk pendorongan logistik termasuk mendukung Pemda dan membantu masyarakat mengatasi kesulitan rakyat khususnya dalam hal sarana angkutann,” ungkap Kapendam, Kamis (13/7).

Kata Aidi status politik dan eskalasi ancaman di Papua adalah tertib sipil sama dengan yang berlaku di daerah lain di seluruh wilayah Indonesia, artinya penegakan hukum masih mengedepankan tindakan Polisionir.

“Nyatanya TNI-Polri jatuh korban di Kabupaten Puncak beberapa waktu yang lalu baik korban jiwa maupun luka-luka kami berbelasungkawa tetapi tidak ada ribut-ribut, masyarakat sipil yang tak berdosa jadi korban pembantaian, pesawat angkutan masyarakat yang sangat dibutuhkan rakyat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya di pedalaman mereka tembaki, kalau aparat keamanan melaksanakan penindakan hukum kok mereka langsung teriak-teriak,” tambahnya.

Dilain sisi disampaikan, demi tegaknya hukum dan kedaulatan negara, tentunya aparat keamanan akan tetap melaksanakan pengejaran dalam rangka penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua.

“Sekelompok orang mengangkat senjata secara illegal tidak pernah dibenarkan dalam aturan hukum manapun, termasuk upaya perlawanan terhadap kedaulatan Negara tidak akan pernah ditolerir,” katanya lagi.

Namun mekanismenya tentunya aparat keamanan akan mematuhi dan menjunjung tinggi hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Beda dengan pihak KKSB, mereka adalah gerombolan tidak mengenal norma, hukum dan aturan. Tidak mengenal combatan dan non combatan, bahkan anak kecilpun dibunuh.

Disampaikan, TNI tetap melaksanakan pendekatan teritorial dan tindakan persuasif kepada mereka yang masih berbeda pandangan agar bersedia kembali ke pangkuan NKR.

“Serahkan senjata ke pihak berwajib karena itu adalah senjata illegal yang berbahaya, mari kita semua bisa bersama-sama membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih maju. Kita bersama-sama menyiapkan generasi kita untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah. Jangan sampai anak-anak kita, generasi kita kehilangan masadepannya akibat konflik,” himbau Kapendam M. Aidi. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.