Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Perlu Penguatan Perda RTRW Untuk Jamin Lahan Pertanian Tidak Beralih Fungsi

Loading...

JEMBER- Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR, berharap, lahan pertanian jangan sampai beralih fungsi menjadi kepentingan lain, termasuk untuk kepentingan tambang.Rabu, (26/8).

Hanya saja, sambung Bupati, guna mengakomodir kepentingan masyarakat petani tersebut termasuk petani di Silo, perlu dikuatkan Peraturan Daerah Rancangan Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) yang waktunya evaluasi pada tahun 2021 nanti.

Katanya, penguatan Perda RTRW ini merupakan komitmen Faida jika terpilih lagi untuk periode selanjutnya, yaitu menjamin lahan pertanian tetap menjadi lahan pertanian.

“Petani juga ingin penegasan apakah pemerintah melindungi sejumlah lahan pertanian jangan sampai alih fungsi, ” kata Faida kepada sejumlah wartawan, usai mengikuti webinar dan penyerahan hadiah kepada 961 petani berprestasi, di Aula PB Sudirman Pemkab Jember.

Diketahui, kegiatan Webinar kali ini Pemkab Jember bekerjasama dengan FTP Universitas Jember serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pusat, dengan mengangkat tema “Peran Pertanian Sebagai Turbin di Era Pandemi Covid-19.”

“Apresiasi bagi para petani ini bertujuan untuk menggali potensi pertanian di wilayahnya masing-masing,” tambah Bupati.

Para petani yang berprestasi itu mendapatkan sertifikat dan hand sprayer. Para petani yang terpilih itu pun bisa menjadi penyuluh swadaya.

Menjadikan mereka sebagai penyuluh agar dapat menggunakan ilmu dan pengalamannya bagi pertanian lainnya.

Ada empat kategori petani berprestasi. Yakni prestasi di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan.

Sebelumnya, mereka telah dinilai oleh sepuluh juri. Juri ini dipimpin oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP).

Penyerahan hadiah dilakukan secara serentak. Sekitar 100 orang diserahkan langsung oleh Bupati Faida di Aula PB Soedirman Pemkab Jember. Lainnya diserahkan di kecamatannya masing-masing.

“Webinar ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan para petani, untuk meningkatkan sumber daya pertanian di Kabupaten Jember, serta dapat berkomunikasi dengan petani,” ujar Bupati Faida.

Selain memberikan penghargaan, bupati juga mengungkap tahun ini ada program untuk pengembangan sumber daya manusia.

“Pendampingan satu desa satu dosen, bekerja sama dengan perguruan tinggi di Kabupaten Jember, serta untuk mendidik para penyuluh swadaya,” ungkapnya.

Program Satu Desa Satu Dosen tersebut merupakan realisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember.

Sementara itu, Guru Besar FTP Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S. TP, M. P., menjelaskan, ada barometer yang menjadi penilaian petani berprestasi.

“Barometer menjadi petani berprestasi yakni petani yang ulet dan menunjukkan produktivitasnya,” ujarnya.

Menurutnya, petani merupakan profesi yang cukup resisten terhadap kondisi pandemi Covid-19. Potensi itu membuat pemerintah memberikan apresiasi kepada petani.

“Diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember dengan penambahan ilmu, motivasi, dukungan spirit, dan hadiah. Itulah yang dibutuhkan para petani,” terangnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.