Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan Saat Pilkada, Ketua Bawaslu Butur : Peserta Kampanye Dibatasi

Loading...

Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Buton Utara (Butur) gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Stakeholders terkait pengawasan kampanye dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Di Hotel Sarae’a, Kecamatan Kulisusu, Senin (26/09/20).

Pada Rakor tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Buton Utara, Hazamuddin bersama anggota komisionernya, KPU, TNI/POLRI, Kesbangpol Pemda Butur, SatPolPP, KIPP, LO Pasangan Calon(Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara.

Ketua Bawaslu Butur Hazamuddin mengatakan, secara teknis penyelenggaraan Pilkada kali ini tidak ada perbedaan dengan Pilkada sebelumnya. Namun pandemi Covid-19 membuat Bawaslu menambah prinsip penerapan protokol kesehatan.

khawatir muncul klaster baru pada masa kampanye Pilkada 2020 kali ini. Sehingga Bawaslu meminta kepada seluruh pasangan calon agar mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Makanya kampanye kali ini harus sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Sehingga tidak lahir klaster baru,” kata Hazamuddin

Menurutnya, ada beberapa metode pelaksanaan kampanye Pilkada kali ini yang dihilangkan. Misalnya, rapat umum, konser musik, termasuk kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan masa.

Pertemuan terbatas dan pertemuan tertutup, lanjut dia, dibolehkan. Namun jumlahnya dibatasi.

“Peserta tidak boleh lebih dari 50 orang. Harus menggunakan masker. Termasuk tempat pertemuan harus disediakan minimal tempat cuci tangan dengan air mengalir dan hand sanitizer. Ini sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

“dalam kegiatan tersebut juga tidak dibolehkan dihadiri ibu hamil, usia lanjut, dan anak-anak,” lanjut Echy sapaan akrabnya.

Kata dia, dalam kampanye tersebut seluruh pasangan calon wajib mematuhi protokol kesehatan. Bila itu dilanggar maka akan ada sanksi berjenjang yang diberikan.

“Kalau ada kita beri teguran tertulis. Kalau masih dilakukan kita akan bubarkan. Dan kalau tidak diindahkan maka kita akan laporkan ke polisi untuk diproses secara pidana,” tegasnya.

Echy menambahkan kepada pasangan calon untuk mematuhi zona pemasangan alat peraga kampanye. Bila ini tidak dipatuhi maka Bawaslu akan melakukan penertiban.

(Boy)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.