Perdalam Pengetahuan Akan Hak Anak, Pelatihan Digelar di Labuhanbatu

Labuhanbatu – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) tahun 2019, selama 3 hari (11-13/2) yang diikuti 60 orang peserta yang berasal dari OPD, Desa/Kelurahan, tenaga pendidik serta organisasi pemerhati anak.

Kegiatan dilangsungkan di Hotel Dharma Melati Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Kepala Dinas DP3A, Dra. Hj. Ernida Rambe, MM mengatakan, pengisian pelatihan KHA dilaksanakan untuk menyediakan sumber daya manusia yang terlatih dan memahami KHA secara utuh, sehingga dapat mengembangkan kebijakan dan langkah strategis dalam implementasi KHA di lingungan sehari-hari, lingkup kerja serta profesi masing-masing. Selasa (12/2/2019).

“Pemerintah melalui Kementrian DP3A, telah mendesain dan mensosialisasikan strategi pemerintah dalam mengembangkan kebijakan pemenuhan hak anak secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dijelaskan lanjut, dengan kebijakan Kabupaten/Kota layak anak yang telah memasuki tahun ke-8, bertujuan untuk mensinergikan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam pemenuhan hak mereka. Dalam kurun waktu tersebut, Kabupaten layak anak Indonesia, telah memperluas jaringannya ke dunia internasional dengan tujuan utama memperoleh lesson learned melalui pengalaman terbaik negara lain, sehingga program yang dikembangkan akan lebih inovatif.

“Kami berharap, indikator-indikator program Kabupaten layak anak yang akan dipaparkan nara sumber, tidak berhenti menjadi wacana saja, tetapi dapat menjadi acuan bagi Kabupaten/Kota dalam memenuhi hak-hak mereka,” harapnya.

Hal senada ditambahkan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Sangkot Ritonga, SH, bahwa tujuan kegiatan pelatihan KHA guna meningkatkan pemahaman dan kapasitas SDM para peserta. Adapaun narasumber dari DP3A Provsu adalah Marhamah dan Sulaiman Zuhdi Manik (fasilitator Kabupaten layak anak Provsu). (Humas Provsu/Aan).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.