Pengolahan Sampah Anorganik Dilatihkan di Non Fisik TMMD Pemalang

Pemalang – Metode pengolahan sampah anorganik untuk menghasilkan kompos juga dilatihkan Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Pemalang kepada masyarakat Desa Parunggalih Kecamatan Bodeh dalam kegiatan Non Fisik TMMD Reguler 104 Kodim 0711 Pemalang. Senin (18/3/2019).

Dijelaskan Kabid Pengendalian Sampah dan Konservasi Lingkungan DLH Kabupaten Pemalang, Raharjo, melalui Agus Ari Wibowo, Staf Pengolahan Sampah dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang langsung memberikan arahan praktek pembuatan kompos dari limbah ternak.

“Cacah batang pisang yang mengandung unsur K dan dedaunan hijau yang mengandung unsur N sampai halus. Siapkan juga dedak, serbuk gergaji atau kayu, kotoran ayam dan kapur dolomite dengan berat keseluruhan 100 kilogram,” bebernya.

Setelah itu, siapkan MA-11 (bakteri pembusuk yang aman bagi manusia) 100 ml  untuk dilarutkan ke dalam air 1 ember dan di tambah gula 100 gram. Kemudian masing-masing bahan disiram dengan larutan MA-11 sampai agak keset dan ratakan. Tahap selanjutnya adalah menaruh pada lubang tanah dengan menambahkan dengan bahan-bahan lainnya secara berurutan kemudian ditutup dengan terpal dan dibiarkan kurang lebih selama 1-2 minggu agar membusuk menjadi pupuk kompos yang siap untuk di ayak dan digunakan.

Agus juga memaparkan metode lainnya yaitu wind row system yaitu proses pembuatan kompos paling sederhana dan murah dengan bahan baku yang ditumpuk memanjang dengan mengatur temperatur serta kelembaban yang dilakukan pembalikan secara periodik.

“Metode lainnya adalah aerated static pile, yaitu menggunakan pipa-pipa yang dilubangi untuk mengalirkan udara serta metoda sistem in vessel yaitu dengan menggunakan container berupa apa saja dengan pengaturan udara untuk menghilangkan bau yang tidak sedap,” imbuhnya sebelum memasuki sesi tanya jawab. (Aan Pendim Pemalang).

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.