Penggunaan Digital Platform bagi petani dan nelayan di Labuhan Batu

Labuhan Batu (21/06) : Kemajuan literasi digital bukanlah hal yang baru, namun awareness yang belum merata dan keberadannya yang useless, masih mengusik pemerhati industri 4.0.

Salah satunya adalah digital platform, yang kini digalakkan sektor pemerintah dan swasta kepada home industry 4.0.Esensi dari digital platform adalah kemudahan yang didapatkan untuk menguasai teknologi dalam mempermudah dan meningkatkan kinerja profesi apapun itu.

Keberadaan digital platform sudah ada sejak gawai itu sendiri berevolusi. Keunggulan yang dimiliki adalah multi-tasking, communicative dan integrated.Contoh termudah diantara kaum jurnalis adalah keberadaan situs Kumparan. Kumparan adalah sebuah website media yang sudah memiliki digital platformnya sendiri.

Kumparan dapat menseleksi ribuan draft berita untuk masuk dapur redaksi. Berkat Kumparan, siapapun dapat mengirimkan naskah berita dari masyarakat hanya dalam waktu lima menit di meja editing. Tidak seperti era sebelumnya, hanya wartawan dan jurnalis profesionallah yang dapat melakukannya. Bagaimana dengan penggunaan digital platform pada profesi home industri 4.0 lainnya, semisal nelayan maupun petani?

Jay (26) adalah seorang pembicara publik bagi perhimpunan muda di Sumatera Utara. Ia merupakan founder keladang_4.0 bagi usaha mikro perkebunan dan pertanian dan Yukitatour sebuah agensi perjalanan wisata. Kami berkenalan disebuah kantor magang Humas dan menanyakannya perihal tidak digelutinya lagi pekerjaannya sebagai pembicara publik. “Sejak pandemi, publik kini dibatasi untuk bertemu dalam sebuah forum terbuka maupun tatap muka”, ujarnya. Adanya social distancing membuat semua pelaku sektor mengalihkan strategi usaha dengan berbagai cara. Salah satunya adalah media sosial yang ekonomis.

Ambarita (47) adalah seorang nelayan dipesisir Labuhan Batu, Sei Berombang. Ia harus memasok ikan laut setiap harinya kepada distributor se kabupaten Labuhan Batu. Penggunaan alat elektronik dan gawai amatlah minim. Ia tidak mengenal digital platform sekadar untuk mengetahui market place perikanan ditempat ia berada.Benarkah petani pemula seperti Jay dan Ambarita saat ini harus Go Digital?
Survey pada 10 petani/pekebun di Kabupaten Labuhan Batu mengungkapkan bahwa 90% petani setuju untuk Go digital, 75% diantaranya setuju menggunakan E-Business ketimbang E-Commerce maupun Social Media. Sedangkan survey pada 10 nelayan di Kabupaten Labuhan Batu pesisir (Sei Berombang, Panai) mengungkapkan 70% merasa nelayan tidak perlu untuk Go Digital, 80% memang menggunakan Social Media namun hanya 10% saja yang memilih E-Business maupun E-Commerce.

Hal ini dapat disinyalir akibat adanya dampak sosial yang berbeda pada ekologi pekerjaan/profesi yang berbeda.Penguasaan platform digital diantara petani maupun nelayan.Dapat dikatakan bahwa industri rumahan 4.0 masih mengenal digital platform ditahap pengetahuan, belum kepada kesadaran dan asas kegunaan.

Dari kasus diatas, kita mengharapkan pemerintah perlu mengkaji ulang revolusi industri 4.0 menjadi Home Industri 4.0 dengan cara yang segmented dan persuasif.Segmented artinya tidak ada jarak antara pengguna terbawah dan pengguna teratas didalam sebuah lapisan masyarakat. Dengan tidak adanya jarak, penggunaan digital Platform pada Home Industri 4.0 menjadi tepat sasaran. Sedangkan Persuasif mengacu pada langkah membujuk masyarakat mikro dengan membangkitkan motivasi dan kesadaran platform dengan berdaya guna.Digital Platform merupakan program Revolusi Industri 4.0 sendiri yang inovatif dan diharapkan menguntungkan banyak pekerja swasta maupun pemerintahan, profit maupun non profit.

Lantas, plltform digital manakah yang dirasakan cocok untuk kedua sektor diatas (petani maupun nelayan)? Petani dan nelayan dapat mengikuti program pemerintah berupa penyuluhan untuk mendapatkan penerangan akan digital platform pada forum terbuka disitus labuhanbatukab.go.id atau juga bisa mengikuti komunitas untuk mengetahui platform manakah yang berdaya guna disesama referensi grup. Awareness dan kepedulian bersama dapat berimbas pada kehidupan yang lebih baik.

Labuhan Batu, 21 Juni 2021

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.