Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Pengadilan Negeri Jember Datangi Objek Sengketa Tambang Kapur CV Asih

Loading...

Jember- Ketua Majlis hakim di Pengadilan Negeri Jember Zulfikar, bersama hakim anggota dan panitera mendatangi obyek sengketa yang sedang ditanganinya, yakni tambang batu kapur CV Asih tepatnya di kawasan Gunung Sadeng Desa Grenden Kecamatan Puger. Rabu (29/7).

Kedatanganya kali ini dalam rangka Peninjauan Setempat (PS) untuk mengetahui keberadaan obyek sengketa.Selain itu, bermaksud ingin memastikan jika di lokasi saat ini ada aktifitas pertambangan seperti disampaikan pihak penggugat di dalam persidangan.

Pantauan wartawan nusantaraterkini.com, ternyata benar, memang di obyek sengketa tambang CV Asih masih ada kegiatan pertambangan.Untuk meyakinkan, Zulfikar bersama rombongan menyempatkan minta keterangan dari salah satu pekerja operator alat berat yang sedang melakukan aktifitasnya dan mendapati jawaban, kurang lebih satu bulan tambang sengketa ini sudah beroperasi.

Kuasa hukum penggugat Tarigan SH menuturkan, berdasarkan fakta di lapangan hakim yang menangani perkara ini secara langsung sudah melihat kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh pihak tergugat.

“Tadi Majlis hanya melihat berdasarkan fakta di lapangan katanya disitu orang yang bekerja dilokasi obyek sengketa hanya satu bulan, ” paparnya.

Tarigan menuturkan, dirinya juga memiliki bukti, sejak tahun 2017 pihak tergugat telah melakukan aktifitas pertambangan.

“Disitu sudah ada saksi 2 yang menyatakan bahwa memang mereka itu sudah bekerja, namun itu dalam rangka saat itu tergugat Inwan Nullah yang mengelola, ” ungkapnya.

Kata Tarigan, tambang CV Asih digugat ahli waris Imam Joeremi seorang direktur CV Asih yang awal mengelola tambang (sebelum struktur kepengurusan dipegang para tergugat), sekaligus pendiri CV Asih dan pemilik lahan tambang seluas 8,5 hektar.

Melalui kuasa dirinya, pihak ahli waris Imam Joeremi menggugat 6 orang pengurus CV Asih yang sekarang, di pengadilan negeri Jember dengan nomor Perkara
81/Pdt.G/2019/PN.Jmr.Masing-masing tergugat yaitu, Moch Yusuf Suharto, 2.Inwan Nullah, 3.Trijono Isdijanto, 4.Ryan Sanchia. 5.Imam Suhemi dan Asih Agus Suryono

Dia menengarai, dalam perkara ini para tergugat juga telah melakukan dugaan wanprestasi atau ingkar janji kepada Imam Joeremi atas kesepakatan kerja sama pengelolaan tambang yaitu kompensasi Fee 5 persen setiap bulan, namun nyatanya kesepakatan tersebut nihil.

“Harapan saya agar Majlis Hakim memeriksa perkara ini sesuai dengan fakta-fakta yang kita utarakan, sehingga tambang ini dikembalikan kepada ahli waris, dan struktur kepengurusan CV juga dikembalikan kepada ahli waris, ” kata Tarigan.

Sementara pihak ahli waris Imam Joeremi yaitu Asih Priyadi menegaskan, sengketa tambang CV Asih juga ada dugaan indikasi penipuan.Awalnya Yusuf (tergugat) dan Inwan Nullah (tergugat) menawarkan kerja sama untuk melanjutkan dalam penggunaan tambang yang pernah diajukan Imam Joeremi sebagai pemilik CV Asih dan direktur beberapa tahun yang lalu,dengan cara membuat surat kuasa yang intinya berlaku selamanya dan tidak bisa diubah/diganggu gugat.

“Padahal saudara Yusuf dan Inwan Nullah sudah mengetahui bahwa CV Asih sudah dapat lahan tambang dari kedekatan/famili dengan pak Ahmad sudiyono yang waktu itu menjabat sebagai kepala Disperindag, ” ungkap Priyadi melalui pesan WhatsApp.

Dengan surat Kuasa tersebut, terang Priyadi, Yusuf dan Inwan Nullah mengambil surat kuasa tanpa sepengetahuan Imam Joeremi sebagai direktur CV Asih. Adapun surat yang diambil adalah sebagai berikut :
1.Surat keputusan Bupati Jember nomor 188.45/309.2/012/2015, yang ditetapkan pada tanggal 2 Oktober 2014 oleh Bupati jalal.

2.Ijin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi yang dikeluarkan Disperindag nomor 541.3/025/411/2014, tanggal 20 Nopember 2014.

3.Pemberian hak pengelolaan gunung sadeng untuk kegiatan pertambangan dengan CV. Asih atas nama Imam Joeremi yang dikeluarkan Disperindag nomor 188/379/411/2015 tanggal 30 September 2015 oleh Ahmad sudiyono.

“Dengan kronologi diatas saudara Yusuf dan Inwan Nullah berusaha menguasai CV. Asih sepenuhnya, dengan dalih untuk mempercepat tambang, dikarenakan Imam Joeremi sudah lanjut usia dengan cara merubah struktur CV. Asih dengan Yusuf sebagai direktur dengan kesepakatan akan membawa perjanjian kerja sama ke notaris, ” katanya.

Akan tetapi, sambung Priyadi, hal tersebut tidak dilakukan oleh saudara Yusuf dan Inwan Nullah, yang dilakukan oleh Yusuf dan Inwan Nullah adalah mengambil akte perubahan CV Asih sendiri tanpa sepengetahuan Imam Joeremi.

Pengacara tergugat Edi Hendrawan menyampaikan, tambang ini sesungguhnya merupakan obyek yang dikelola oleh CV namanya CV Asih, karena kami dari pihak tergugat CV Asih ini bekerja sama dengan pengelola pribadi.

Ketika kerja sama, sambung Edi, Ia juga tidak tahu secara internal tetapi ternyata yang namanya Imam Joeremi almarhum menggugat CV Asih dan pengelola.

“Kami berharap karena sudah meninggal maka ada win-win solusi dengan pihak penggugat dengan CV. Karena yang mendirikan CV, ” imbuhnya. (tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.