Ayo Gabung, Menjadi Jurnalis Profesional, di Seluruh Indonesia, Kontak : 082279249494

Pencapaian Belum 100%, Dinkes Provinsi Bengkulu Perpanjang Waktu Imunisasi Vaksin MR

NusantaraTerkini.com, Bengkulu- Imunisasi Vaksin Measles dan Rubella (MR) di Provinsi Bengkulu baru mencapai 74% dari target sasaran 504.214 ribu anak.

Melihat pencapaian yang belum benar-benar penuh ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Lisyenti Bahar mengatakan Dinas Kesehatan melakukan kembali sosialisasi kampanye Imunisasi Vaksin MR tersebut kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu. Hal tersebut seharusnya sudah berakhir di bulan September lalu.

“Dengan adanya perkembangan isu status vaksin yang halal haram sehingga itu berpengaruh terhadap pencapaian kita, jadi dilakukan perpanjangan waktu hingga akhir Oktober ini,” ujar Lisyenti.

“Dalam waktu 30 hari ini kita akan mengejarnya semaksimal mungkin dan meluruskan pemahaman-pemahaman terhadap masyarakat, perlu adanya kesepakatan, sosialisasi,” lanjutnya.

Imunisasi yang tertuju bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun ini sangat berdampak bagi resiko anak. Kemungkinan mengalami kecacatan akan sangat besar terhadap anak yang tidak mendapatkan vaksin tersebut.

Untuk membantu masyarakat terkait isu halal haramnya vaksin MR, Dinkes Provinsi Bengkulu sengaja mengundang langsung MUI dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Selain itu juga hadir Diknas, Kemenag, serta organisasi profesi, kesehatan, dan organisasi kewanitaan Dharmawanita.

“Maka dari itu kita mengundang MUI dari pusat,  engga tanggung-tanggung,  dan juga mengundang MUI kabupaten dan Kota mari kita samakan pemahaman dan samakan persepsi,” katanya.

Selain itu, imunisasi tersebut akan dilayani secara gratis tentunya dengan alat suntik logistik dan vaksin yang cukup serta tenaga kesehatan yang sudah disediakan.

Masyarakat juga akan sangat untung jika melakukan vaksin tersebut sekarang, pasalnya jika melakukan di praktek akan membayar sebesar 750 ribu karena alat suntik standar internasional.

Vaksin MR yang digunakan :

1. Sudah mendapat izin edar BPOM nomor DKI740300244A1.

2. Satu-satunya vaksin MR yang telah mendapat rekomendasi Badan Kesehatan Dunia.

3. Sudah digunakan di lebih dari 141 Negara. (Nadifa)

 

 

 

 

 

 

Redomendasi
Comments
Loading...