Penanganan Pandemi Covid-19 Jadi Isu Utama pada Rakernas PKK

Bengkulu, Nusantaraterkini.com – Kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat. Melalui Rakernas yang diselenggarakan pada tanggal 8-10 Maret 2021, Tim Penggerak PKK telah menyusun rencana induk dan strategi gerakan PKK tahun 2021-2024. selasa (16/03/2021).

Penanganan Pandemi covid 19, penurunan angka stunting dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi isu utama dalam menyusun gerakan besar yang akan diimplementasikan melalui 10 program pokok PKK ke depan.

PKK sebagai Mitra kerja pemerintah yang hadir hingga lingkungan keluarga diharapkan mampu berperan memutus mata rantai penyebaran Covid -19 melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, organisasi pemberdayaan masyarakat ini juga diharapkan berpartisipasi mensosialisasikan vaksin aman dan halal kepada masyarakat.

Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Rahima Hamka Sabri menyatakan kesiapan TP PKK mensukseskan program pemerintah tersebut. Untuk memberi contoh, sebelum melakukan sosialisasi ke lapangan, dikatakan Rahima, anggota TP PKK akan divaksin terlebih dahulu.

Lanjutnya, penanganan Pandemi Covid-19, penurunan angka stunting dan penguatan ekonomi masyarakat lebih lanjut akan diimplementasikan dalam program unggulan setiap Pokja.

Pengembangan kampung AKU HATINYA PKK dengan pemanfaatan pekarangan sebagai kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan tanaman unggulan bernilai ekonomi tinggi akan bermanfaat meningkatkan kesehatan serta penguatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, kampanye dan memasyarakatkan program diversifikasi pangan dan pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu program unggulan PKK sebagai upaya mengurangi angka stunting.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo saat menutup Rakernas IX TP PKK tahun 2021 mengajak PKK terus membangun sinergi dan kemitraan dengan kementerian dan lembaga serta organisasi perangkat daerah agar rencana yang sudah disusun dapat dilaksanakan secara efektif tidak hanya oleh tim penggerak PKK pusat namun harus sampai kepada TP PKK desa atau kelurahan serta kelompok kelompok dasa wisma yang menjadi ujung tombak PKK.

” Lakukan inovasi terhadap program yang sudah disusun jadikan PKK sebagai organisasi dinamis yang mampu menjawab tantangan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan wujudkan kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat dengan demikian masyakat semakin merasakan keberadaan gerakan PKK,” tutup Yusharto.

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.