Pemprov Bengkulu: Persiapan Festival Tabut 2024 Rampung, Siap Digelar di Lapangan Merdeka

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata menegaskan bahwa persiapan untuk perayaan Festival Tabut 2024 telah rampung. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Kota Bengkulu.

Festival Tabut, yang merupakan acara kebudayaan tahunan dan bagian dari kalender acara resmi, akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 16 Juli. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyatakan bahwa semua persiapan, baik oleh tim panitia maupun untuk acara sakral, telah selesai.

“Festival Tabut akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu, dengan rangkaian acara seperti Ritual Tabut dari Kerukunan Keluarga Tabut (KKT), pergelaran seni dan budaya dari kabupaten/kota, serta dari sanggar seni,” ujar Murlin Hanizar dalam konferensi pers di ruang media center Polres Bengkulu, Kamis (4/7).

Selain itu, Murlin menambahkan bahwa akan ada lomba seni dan budaya serta pameran dan bazar yang menampilkan kuliner, UKM, dan ekonomi kreatif dari Bengkulu dan Nusantara. Perayaan Festival Tabut akan dibuka oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, didampingi tamu-tamu dari kementerian dan luar Provinsi Bengkulu.

“Gubernur mengimbau seluruh OPD di Bengkulu untuk melakukan promosi dan publikasi massal agar Festival Tabut dikenal luas. Influencer dan selebgram juga diundang untuk ikut mempromosikan acara ini,” tambah Murlin.

Pembukaan Festival Tabut akan dimulai dengan Upacara Pamit Rajo Aging di Balai Raya Semarak Bengkulu oleh KKT dan Rajo Aging, yang diwakili oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Upacara seremonial pembukaan akan berlangsung di panggung utama Lapangan Merdeka.

Keamanan dan ketertiban selama acara, termasuk pengaturan lalu lintas, akan dikelola oleh pihak keamanan dengan koordinator Kapolres Bengkulu, termasuk pengaturan arak-arakan saat Tabut terbuang.

“Pengelolaan Festival Tabut, mulai dari malam pembukaan, lomba, hingga penutupan, dikelola oleh event organizer. Sedangkan pameran dan bazar dikelola oleh promotor. KKT akan sepenuhnya mengelola acara ritual Tabut,” ungkap Murlin.

Untuk pengelolaan parkir, penugasan, dan ticketing akan dikelola oleh Bapenda Kota dan promotor kegiatan. Kebersihan acara dikelola oleh DLHK Kota Bengkulu dengan tambahan tenaga sukarela dari promotor yang akan berkeliling memantau kebersihan lapangan dan panggung selama acara berlangsung.

Murlin juga menginformasikan bahwa kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih dalam konfirmasi untuk penutupan Festival Tabut.

“Gubernur berharap media dapat membantu mempromosikan Festival Tabut secara masif dan positif, serta menyampaikan narasi yang tepat sesuai sejarah dan budaya Tabut,” tutup Murlin.

Di sisi lain, Kepala Bagian Operasional Polres Bengkulu, Kompol Tito Sumarsono, menjelaskan bahwa untuk pengamanan selama festival, pihaknya akan menurunkan sebanyak 106 personil yang terdiri dari personil Polri, TNI, PM, Lanal, dan Satpol PP.

“Pada momen khusus seperti pembukaan festival, akan ada penebalan personil sebanyak 67 personil. Pada momen Menjarah 1 dan Menjarah 2, akan ditambah 102 personil. Saat Tabut bersanding, akan ada tambahan 107 personil dan saat Tabut terbuang, akan ditambah lagi 201 personil,” lanjutnya.

Untuk pengaturan lalu lintas, akan dilakukan rekayasa atau pengalihan arus di beberapa titik untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“Kami akan melakukan pengalihan arus yang sifatnya insidentil sesuai situasi. Jika terjadi peningkatan arus lalu lintas, kami akan melakukan pengalihan,” jelasnya.

Pos-pos pengamanan akan disiapkan di beberapa titik untuk mengantisipasi kerawanan dan mengatur lalu lintas. Selain itu, area steril akan dibuat, di mana parkir dan pedagang dilarang dari mulai simpang Bank Indonesia hingga depan Pasar Baru Koto.

“Demikian informasi dari kami,” tutup Tito. (Red/Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.