Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Pemkot Berbohong, Puluhan Pedagang Unjuk Rasa Di Kantor Wali Kota Bengkulu

Loading...

Massa Aksi Lawan Pemkot Bengkulu
Massa Aksi Lawan Pemkot Bengkulu

NusantaraTerkini.Com, Bengkulu – Puluhan pedagang pasar Panorama melakukan aksi di depan kantor Walikota Bengkulu. Aksi tersebut dipicu karna pemerintah tidak menepati janji atas penertiban pedagang-pedagang yang berjualan diluar pasar, berdagang di jalan jalur hijau. Pihak pedagang yang berjualan di dalam pasar merasa dipermainkan oleh pemerintah kota Bengkulu. Padahal sebelumnya Pemerintah kota Bengkulu berjanji dalam satu minggu penertiban tersebut terselesaikan. Namun sampai dengan saat ini, belum sama sekali membuahkan hasil. Leni Kusnendang selaku koordinator lapangan aksi mengatakan pihaknya mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika tidak, para SKPD terkait harus siap menerima konsekuensi yang telah disetujui bersama untuk berhenti dari jabatannya.

Kemudian meminta Perda harus ditegakkan secara tegas dan pedagang luar harus masuk ke dalam. Pihaknya menyampaikan telah menuruti keinginan para skpd untuk tidak menggelar aksi selama satu minggu pasca rapat bersama camat singaranpati dan seluruh skpd. Tetapi waktu selama tujuh hari yang diberikan oleh pihaknya untuk menertibkan pasar panorama kenyataannya nihil. “Sudah satu minggu kami tunggu kami lihat tidak ada hasil. Pedagang luar di trotoar tambah banyak, di jalan-jalan tambah penuh. Tolong ditertibkan setertib tertibnya.

Kalau tidak bisa, mundur saja lah dari jabatan”ujar Leni saat memberikan keterangan usai aksi demo kemarin (30/5/2016). Saat aksi berlangsung, puluhan pedagang dalam mendesak ingin bertemu dengan walikota Helmi Hasan. Berdasarkan keterangan Leni hal tersebut dikarenakan pihaknya merasa kecewa dan sudah tidak percaya lagi dengan para SKPD. Sebab laporan yang diterima pihaknya dari Disperindag, Dinas Perhubungan serta Satpol PP selalu menerangkan bahwa pasar Panorama sudah tertib, pedagang luar sudah masuk ke dalam padahal kenyataan belum.

“Kami ingin masalah ini diselesaikan langsung oleh pak Helmi. Kami harap pak Helmi ini memperhatikan kami pedagang dalam,”ucapnya. Setelah sekian lama aksi berlangsung, akhirnya lima pedagang dalam sebagai perwakilan diizinkan masuk ke kantor Walikota. Tetapi tidak menemui Walikota, namun Ali Armada staf ahli bidang hukum dan politik. Ali didampingi kepala Disperindag, Kepala Dishub kota, Kepala Pasar dan Camat bermusyarawah dengan lima pedagang dalam. Hasil musyawarah tersebut, Ali meminta kepada para pedagang dalam agar diberikan waktu satu minggu lagi untuk para SKPD terkait menuntaskan pedagang luar yang bandel. Jika dalam waktu seminggu masih juga belum ada perubahan, maka pihaknya siap menyetujui para SKPD terkait dinon jobkan.

“Bapak dan Ibu kami minta waktu satu minggu lagi untuk menertibkan pasar. Apabila tidak juga tertib, kami siap untuk menuruti konsekuensi yang bapak ibu berikan. Perlu dipahami ini bukanlah kesalahan pejabat tetapi pedagang yang masih saja melanggar perda berjualan di jalur hijau. Jadi mohon sama-sama mengerti,” terang Ali Ali juga menghimbau pihak disperindag dan pihak kepala pasar agar melakukan akurasi data. Agar lebih mudah melakukan operasional penertiban. Dirinya juga meminta para skpd terkait dan pedagang dalam bersama-sama memperingati pedagang luar. “Saya minta seluruh SKPD terkait untuk lebih aktif menyelesaikan tugas ini. Lakukanlah koordinasi yang baik. Untuk bapak ibu juga tolong ajak kawan pedagang di luar untuk masuk ke dalam, jangan sampai mereka terseret ke ranah hukum,”pungkasnya.

Polisi Nampak Berjaga, Massa Mulai Kehilangan Kesabaran
Pemkot Pembohong, teriak massa

Pedagang Jangan Terprovokasi

Sementara itu Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Muhamadiyah, Fahruri mengatakan, hendaknya para pedagang baik itu yang berjualan di dalam maupun yang berjualan di luar (red pinggir jalan) untuk saling berkomunikasi dan jangan terprovokasi sebab begitu banyak aspek yang harus dicermati.

“Hendaknya Para pedagang pasar Panorama menjaga komunikasi dan koordinasi, sebab pedagang di dalam dan di luar sama-sama mencari nafkah, pemerintah hendaknya memberikan solusi yang tepat bagi seluruh pedagang, pemerintah jangan menganak tirikan pedagang yang berada di dalam, apalagi ada upaya provokasi dari oknum agar menggusir pedagang yang berdagang di luar demi kepentingan oknum berseragam yang selama ini menangguk keuntungan dari polemik ini, jelas Fahruri. (NU003)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.