Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Pemkab Pulau Morotai Luncurkan Program Budaya Kerja Bagi ASN

Loading...

Morotai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai memasuki babak baru.
Demi suksesnya program reformasi birokrasi, Bupati Pulau Morotai Benny Laos meluncurkan program budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Pulau Morotai.

Program ini meliputi lima nilai kerja yaitu integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Program lima budaya kerja ini pertama kali diperkenalkan ke publik saat kunjungan Menko Polhukam Wiranto pada 18 Maret 2019 kemarin.

Kepala Bagian Humas Pulau Morotai, Arafik M Rahman, mengatakan, nilai-nilai tersebut akan menjadi acuan bersama setiap ASN di lingkup Pemkab Morotai, mulai dari atasan hingga bawahan.

“Ini untuk menjawab keinginan Bupati yang ingin mengembalikan citra dan kepercayaan baik Pemda Morotai dimata publik dibuktikan dengan kinerja yang baik. Maka upaya pelayanan kepada publik berbasis akuntabilitas dan transparansi harus didukung oleh pelayanan yang baik dari seluruh ASN,” tutur Arafik kepada media ini, Selasa (26/3/2019).

Lebih jauh dijabarkan, yang dimaksud Integritas, kata Arafik, yaitu keselarasan antara hati, pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik dan benar. Profesionalitas artinya ASN harus bekerja disiplin, kompeten dan tepat waktu dengan hasil yang baik.

Inovasi pun dimikian, yaitu menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik. Tanggung jawab artinya bekerja secara tuntas dan konsekuen. Dan keteladanan mengisaratkan bagi setiap ASN Morotai agar menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

“Bupati berharap nilai ini jangan hanya menjadi slogan saja, namun harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam lingkungan kerja,” ujarnya.

Lanjutnya, selain mendorong lima budaya kerja tadi, Pemkab Morotai juga menerapkan slogan menolak lima budaya negatif yaitu menolak korupsi/suap, menolak miras/narkoba, menolak malas/masa bodoh, menolak selingkuh/bahugel dan menolak togel/judi.

“Kalau ada ASN yang melanggar lima budaya positif dan lima budaya negatif tadi, ada sanksinya. Sanksi diberikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dan untuk mengingatkan hal ini, setiap apel pagi selalu dibacakan ke ASN. Karena harapan Bupati ASN Morotai harus menjadi contoh bagi masyarakat Morotai maupun Maluku Utara, bahwa kita benar-benar menerapkan budaya ini,” tuntas Arafik. (Oje)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.