Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Pemkab Majalengka Akan Bentuk Satgas Keagamaan Covid-19, Ini Tujuannya

Loading...

MAJALENGKA – Ditengah pendemi COVID-19 di Kabupaten Majalengka, pemerintah akan menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Keagamaan Covid-19 dalam rangka mempertegas sekaligus memberikan pemahaman penyuluhan tentang keagamaan kepada masyarakat.

“Satgas ini nantinya akan bergerak di bidang penyuluhaan keagamaan berdasarkan komposisi pengurusnya, diantaranya terdiri dari unsur Kementrian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), penyuluh KUA, dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam,” kata, Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi seusai rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Majalengka. Senin, (27/04/2020)

Menurutnya, mengingat masih adanya sebagian masyarakat yang menolak anjuran pemerintah terkait ibadah di bulan suci Ramadhan 1441 H tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Dirasa ini sangat perlu sehingga Pemkab Majalengka menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Keagamaan Covid-19, karena faktanya tidak sedikit masyarakat yang bersikukuhkeras mengabaikan imbauan melalui Surat Edaran (SE) sejalan dengan edaran dari Kementerian Agama (Kemenag RI) tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Bupati menerangkan, bahkan tragisnya ada masyarakat yang menuding negatif dan menilai pemerintah telah ikut campur terlalu berlebihan dalam mengenai urusan ibadah umat.

“Padahal apa yang dilakukan pemerintah ini semata mata karena sayang kepada masyarakat, agar mereka tidak terinfeksi virus. Karena wabah ini menyerang tanpa mengenal status sosial, baik orang kaya, miskin, kyai, ustad, pedagang, pejabat, dan lainnya,” imbuhnya.

Selanjutnya, oleh karena itulah yang menjadi latar belakang persoalan pemahaman yang dirasa belum paham betul dan ini akan menjadi peran bersama dari ulama, ustad, Kemenag dan ormas yang diharap akan mampu memberikan pencerahan kepada umat.

Secara bersamaan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka H. Eman Suherman mengungkapkan hal senada bahwa tidak hanya itu dampak dari virus corona ini sangat luar biasa hingga mematahkan semua aspek sendi tatanan kehidupan.

“Kami harapkan dengan terbentuknya satgas ini akan dapat fokus dalam mensosialisasikan dan mampu memberikan pemahaman kepada umat sesuai dalil agama, jika kami bergerak dalam ranah itu yang dikawatirkan salah tafsir dan dinilai bukan kapasitasnya,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka KH. Anwar Sulaeman mengaku setuju pembentukan satgas ini dan telah mengusulkan agar terlebih dulu dibuat deklarasi bersama Forkompimda bersama instansi vertikal yang terlibat guna memberikan penguatan di dalam menyatukan presepsi di masyarakat.

“Setelah nantinya Satgas dibentuk, perhatian dari setiap kerumunan yang ada perlu juga ditindak. Seperti di pasar modern (Swalayan) dan toko besar lainnya,” tegasnya.

Diakhir, Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka H. Yayat Hidayat malalui Kasubag TU setempat H. Hasan Sarif mengaku selama ini pihaknya selalu mensosialisasikan himbauan Kemenag RI ke masyarakat.

“Kita sebar pengumuman ini di tingkat internal, berkaitan dengan pembentukan Satgas selanjutnya akan koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan. Karena saat ini beliau tengah bekerja di rumah, sesuai himbauan pemerintah,” pungkasnya. (GW)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.