Pemkab Empat Lawang Gelar Diskusi Dengan IPB, Dalam Rangka Rencana Pendirian PSDKU Vokasi Pertanian

EMPAT LAWANG Nusantaraterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, menjajaki kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk mendirikan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Karena itu, Senin (7/12) di ruang rapat utama Sekretariat Daerah (Setda) Empat Lawang, atau yang lebih dikenal dengan ruang rapat Empat Lawang MADANI, perwakilan Pemkab Empat Lawang mengikuti diskusi bersama via daring, dengan perwakilan IPB, dalam rangka rencana pendirian PSDKU vokasi pertanian IPB di Empat Lawang.

Staf Khusus Bupati Empat Lawang bidang Peratanian, Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir H Suharli M Yamin dalam sambutan pembukanya pada diskusi tersebut memgatakan, untuk memajukan Kabupaten Empat Lawang, Pemkab Empat Lawang menilai tidak ada sektor lain selain memulai langkahnya dari sektor pertanian terlebih dahulu.

Majunya sektor pertanian yang dimaksut jelas Suharli, dalam pengertian pertanian yang modern, tangguh dan efesien.

Oleh karena itu tambah Suharli, sejak awal kepemimpinan H Joncik Muhammad selaku bupati bersama Yulius Maulana selaku wakil bupati di Kabupaten Empat Lawang, dilakukanlah pemetaan pertanian, apa saja yang jadi kendala dan masalah di bidang pertanian di seluruh wilayah Empat Lawang.

“Hasil riset itu ditemukan ada banyak kendala pada pembangunan pertanian di Empat Lawang, namun bisa dikelompokan dalam 4 kelompok besar, salah satunya berkaitan dengan sumber daya manusia atau SDM,” kata Suharli.

Dilanjutkan Suharli, berkaitan dengan peningkatan SDM dalam rangka mendukung pembangunan sektor pertanian ini, Pemkab Empat Lawang berencana mendirikan Poli Tekhnik (Poltek) Empat Lawang atau sekolah vokasi dibidang pertanian.

“Sempat berkonsultasi dengan beberapa akhli, kira-kira seberapa besar potensi untuk mendirikan sekolah vokasi ini, sampai pada akhirnya saya bertemu dengan suatu program yang disebut PSDKU,” ujarnya.

Dijelaskan Suharli, pada kesempatan ini pihaknya ingin mendapatkan pencerahan informasi dan advokasi dari pihak IPB seberapa besar peluang Kabupaten Empat Lawang dapat mendirikan PSDKU dibawah binaan IPB.

Sementara, Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Drajat Martianto mengatakan, saat ini IPB telah menjalin kerjasama dengan sejumlah daerah tingkat II di Indonesia berkaitan dengan PSDKU tersebut. Salah satunya di Papua, Sulawesi Selatan, NTT dan termasuk di Aceh Tamiang.

“Pada prinsifnya, bagi IPB tidak ada halangan apapun dalam rangka pembinaan dan kerjasama baik dengan pemerintah Provinsi ataupun kabupaten. Namun saat itu aturannya tidak seketat seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Disampaikanya, yang disebut dengan ketatnya aturan sekarang dipaparkannya, jika pihaknya ingin mendirikan PSDKU di wilayah lain, itu dianggap sebagai program studi mentor yang berbeda dengan program studi induknya.

“Masalah jadi tidak sederhana ketika membuka program studi itu diharuskan memiliki dosen pengampu kalau dulu sekurang-kurangnya 6 orang kalau sekarang sedikitnya lima orang,” urainya.

Tentu saja sambung Drajat, pihaknya kesulitan dengan itu, karena IPB harus merekrut dosen tetap sebanyak lebih dari seratus orang, rekrutmen baru.

“Dosennya harus dosen tetap yang ditempatkan di situ (program studi baru, red). Memang saat ini dosen yang dimiliki IPB sudah cukup, namun seperti waktu lalu, ketika kita membuka program studi baru, kita terpakasa menutup program studi yang peminatnya sudah menurun,” katanya.

Meski demikian, berdasarkan hasil rapat pihaknya bersama senat, rektor dan sebagainya, IPB tetap bisa membuka peluang bekerjasama pembinaan dengan pemeritah daerah di tempat lain tapi tidak dalam rangka mendirikan PSDKU.

“Karena kalau mendirikan SDKU, kita akan terikat (aturan) dan harus mengangkat dosen tetap baru. Disi lain IPB tidak bisa mengangkat dosen baru yang klasifikasinya S2,” pungkasnya.(Ardi)

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.