Pemdes Tuliskriyo Sambut Kunjungan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar

Dalam rangka monitoring pelaksanaan PPKM Mikro dan pembinaan Satgas Covid-19 desa

BLITAR, NUSANTARATERKINI.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon menyambut kunjungan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar dalam rangka monitoring pelaksanaan PPKM Mikro dan pembinaan Satgas Covid-19 di Desa Tuliskriyo.

Kedatangan Tim satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar yang dipimpin Pj Sekda Kabupaten Blitar Drs. Mujianto bersama perwakilan Forkopimda itu bertempat di Balai Desa Pemdes Tuliskriyo. Rabu (31/03/2021). Turut hadir juga Camat Sanankulon, kepala desa se-Kecamatan Sanankulon, jajaran Pemdes Tuliskriyo dan Satgas Covid-19 Desa Tuliskriyo.

Dalam laporannya, Kepala Desa Tuliskriyo, Mashuriono memaparkan terkait dengan konkrit kegiatan yang dilakukan Pemdes bersama Satgas penanganan Covid-19 Desa Tuliskriyo. Disamping itu Ia juga menyampaikan tentang kondisi geografis desanya.

Terkait dengan penanganan Covid, Menurutnya di Desa Tuliskriyo mengalami puncak terdampak Covid-19 yakni pada November dan Desember yakni ada 20 pasien yang terkonfirm dan pada Desember ada 21 dan lainnya dirawat ditempat isolasi atau isolasi mandiri.

“Oleh karena itu, kami bersepakat dengan teman-teman satgas berupaya untuk meningkatkan peran partisipasi Satgas untuk melakukan pencegahan. Alhamdulillah pada Januari dan Februari 2021 kita mengalami penurunan yang signifikan,” ungkap Mashuriono.

Menurutnya, semua ini tidak lepas dari semua elemen, baik dari pihak kecamatan, kapolsek, danramil termasuk babinsa dan bhabinkamtibmas bersatu padu didalam melakukan penanganan covid.

Pihaknya bersama Satgas juga selalu melakukan dan memanfaatkan Posko PPKM Mikro yang berjumlah 40 posko pengamanan covid yang semua posko dibekali radio atau HT guna mempermudah jika terdapat permasalahan di lapangan.

Ditempat yang sama, Pj Sekda Drs. Mujianto menilai apa yang dilakukan tim satgas di Desa Tuliskriyo dalam penanganan Covid-19 sudah bagus dan supaya diteruskan.

“Situasi yang bagus ini dengan muatan lokalnya, seperti telah diterbitkan peraturan desa yang telah disepakati oleh seluruh masyarakat, contoh hajatan tidak diperkenankan. Hal itu juga sesuai regulasi yang ada,” katanya usai kegiatan monev.

Dalam kesempatan itu, Mujianto juga meminta, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan karena berpotensi pergerakan mobilisasi masyarakat seperti dari rantau dan pulang ke desanya untuk dilakukan pendataan juga dipersiapkan rumah isolasi.

“Nah, harapannya tidak hanya desa Tuliskriyo saja yang dimonitoring, untuk itu saya meminta kepada Muspika Kecamatan Sanankulon untuk meneruskan kegiatan monev ini ke desa-desa yang lain yang ada di Kecamatan Sanankulon,” pungkasnya. (Rid/Adv)

 

 

Rekomendasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.