Pemdes Purwoasri Bantah Pelayanan di Kantor Desa Tutup, Gegara Staf Desa Terpapar Corona

Jember, Nusantaraterkini.com- Pemerintah Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember membantah adanya selebaran surat, jika kegiatan pelayanan di Kantor Desa ditutup sementara, gara-gara ada salah satu pegawai desa terpapar virus corona. Jum’at, (26/02/21).

Surat berisi pemberitahuan kepada masyarakat tersebut kini beredar luas di media sosial.Didalamnya tidak ada kop surat, tanpa tanda tangan serta stempel resmi dari Kepala Desa.Meski demikian, pihak Pemdes tidak memungkiri keberadaan surat tersebut.

Sebagaimana diakui Sekretaris Desa Purwoasri, Sujak, jika yang membuat surat pemberitahuan yang meresahkan masyarakat ini adalah salah satu Staf Desa.Ia menilai, persoalan ini hanya kesalahan teknis saja, sebab awalnya surat dibuat untuk konsep guna dibahas terlebih dahulu bersama Kepala Desa.

“Ini kesalahan teknis, namun sudah saya tegur kenapa kok sudah keluar beredar di masyarakat, ” ujar Sujak.

Dia menyayangkan atas tindakan seseorang yang menyebarkan selebaran surat tersebut.”Seharusnya jangan dishare dulu karena belum resmi, ” katanya.

Setelah lengkap semua, ada tanda tangan Kepala Desa, ada tembusan ke Kecamatan, ketika sudah di acc semua berarti sudah deal, baru itu dishare ke masyarakat.

Awalnya, lanjut Dia, surat itu muncul setelah adanya konfirmasi dari pihak puskesmas Gumukmas, bahwa salah satu pegawai desa dikonfirmasi terpapar Virus Corona.Oleh karena itu, seluruh karyawan dan staf di pemerintahan desa melakukan Swab.

Sambil menunggu hasil swab keluar, pihak Puskesmas menyarankan agar dilakukan isolasi mandiri, bahkan sudah diperintahkan gugus tugas covid-19 tingkat Kecamatan turun tangan.

“Mungkin tiba-tiba berani mengeluarkan surat karena sudah konfirmasi ke Kecamatan, ” tuturnya.

Sujak menegaskan, meski ada pemberlakuan Isolasi Mandiri, pelayanan kepada masyarakat di Kantor Desa tetap buka seperti biasa, namun dalam penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Terkait pelayanan tetap buka namun dibatasi, bergantian, ” pungkasnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.