Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Pelayanan Publik Bengkulu, Berada Di Zona Merah

Loading...

IMG_20160511_175420BENGKULU, NusantaraTerkini.Com – Selain konsisten menempati 10 besar provinsi terkorup, ada satu lagi rapor merah yang disematkan kepada Bumi Raflesia, yakni menempati zona merah dalam hal pelayanan publik, hal ini terungkap dalam acara lokakarya sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik (SP4N) yang dilaksanakan Ombudsman perwakilan Bengkulu berkerjasama dengan kemenpan RI, rabu (11/05) di salah satu hotel di provinsi Bengkulu,  lokakarya dihadiri sebanyak 30 orang perwakilan SKPD.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Dalam kata sambutannya wagub menjelaskan bahwa Bengkulu masuk zona merah, yakni bertenger di peringkat 27 dari 34 provinsi seluruh Indonesia, menyangkut kualitas pelayanan publik. Ini berdasarkan evaluasi ombudsman.

“Dengan adanya lokakarya ini, kita harapkan akhir tahun, umpan balik dari penerima layanan, sudah baik, sehingga harapan kita posisi kita dinomor 27 terkait kualiatas pelayanan publik dapat membaik ditahun mendatang. Kita berada pada zona merah dan merah itu gelap sekali. Dimana jumlah poin kita sama dengan peringkat 27, dengan poin 27 Bengkulu masuk zona merah dengan skala nilai 0-100, kalau diatas 60 zona kuning”, jelas wagub.

Wagub mengatakan yakin bisa meningkatkan peringat dan menjadi lebih baik lagi di akhir tahun ini.

“Kita  punya keyakinan, akan jauh lebih baik akan meningkat gridenya. Paling tidak kita bisa masuk posisi menengah nasional, kalau bisa posisi 10 sampai 15 besar”, ungkap wagub.

Menurut wagub kita bisa merubah posisi, sebenarnya tidak sulit untuk merubah posisi, asal unit pelayan publik dibentuk di setiap SKPD. “Sesunguhnya tidak sulit itu,  asal untuk pelayanan publik di bentuk di SKPD, personilnya ada, administrasinya ada”, tambah wagub. (NU003)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.