Pegiat HAM Haris Azhar Minta Oknum Polhut Tersangka Kasus Tembak Mati Ditahan

Nusantaraterkini.com (Jakarta) – Kasus tembak mati oknum polisi hutan (polhut) Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember, tersangka Dody Setiawan terhadap Aris Samba, terduga mencuri kayu pada tanggal 3 Oktober 2019 mendapat tanggapan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar.

“Pendapat saya singkat aja, harus ditahan pelakunya (Dody Setiawan),” tegas laki-laki yang sekarang menjabat Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Selasa (09/2/2021).

Sebelumnya Alananto, kuasa hukum Mursid Effendy, kakak kandung korban Aris Samba sekaligus pelapor dalam kasus tembak mati tersebut, Sabtu (6/3/2021) mengatakan tersangka Dody Setiawan tidak ditahan dan tidak diketahui keberadaannya. Alan, begitu sapaan akrabnya, berharap supaya penyidik Polda Jatim dan Kejati Jatim segera melimpahkan perkara ini ke pengadilan.

“Biar hakim yang memutuskan, apakah saudara Dody Setiawan bersalah atau tidak,” ucapnya.

Oknum polhut TNMB Jember, Dody Setiawan harus tersandung perkara hukum gegara menembak mati Aris Samba, terduga pencuri kayu tanggal 3 Oktober 2019 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Blok Donglo Wilayah Kerja Resort Wonoasri, masuk area TNMB, Jember. Mursid Effendy kakak kandung korban Aris Samba melaporkan penembakan adiknya tersebut ke Polsek Tempurejo dan terbit LP/K/104/X/2019/JATIM/RES JEMBER/ SEK TEMPUREJO, tanggal 3 Oktober 2019. Selanjutnya oknum polhut ini ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar penetapan tersangka sesuai surat ketetapan tersangka nomor : S.Tap/357/X/Res.1.7./2019/Reskrim, tanggal 4 Oktober 2019.

Kasus tembak mati ini akhirnya diambil alih Polda Jatim berdasarkan Surat Kapolres Jember Nomor : B/1197/X/RE.1.7/2019/Reskrim, tanggal 7 Oktober 2019 tentang pelimpahan penanganan perkara. Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Jatim yang menangani kasus tembak mati tersebut menjerat tersangka Dody Setiawan dengan pasal Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP tentang dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau karena salahnya mengakibatkan kematian orang.

Barang bukti yang disita dalam perkara ini yaitu satu buah senjata api Pindad, 4 butir amunisi kaliber 9 mm, 1 magasin, kaos berwarna merah kaos oblong warna hijau, celana panjang training biru, celana pendek hitam, kemeja panjang jeans, kartu penguasaan senpi Nomor Polisi : KI/Pengpin/1190.a/XII/2018 atas nama Dody Setiawan, dan Visum et Repertum (VeR) : IFRS 19.019, tanggal 04 Oktober 2019 yang dikeluarkan RSUD Dr. Soebandi Jember.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, Jumat (5/3/2021) menjelaskan rencana tindak lanjut penyidik adalah melengkapi dan mengirim berkas perkara tersangka Dody Setiawan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu Gatot, begitu biasa dipanggil, menambahkan penyidik juga akan menyerahkan tersangka Dody Setiawan dan barang bukti ke JPU. Namun sayangnya, Gatot tidak menjawab sewaktu ditanya apakah saat ini tersangka Dody Setiawan ditahan atau tidak. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.