Pedagang Daging Sapi Mengeluh Tidak Ada Pemeriksaan Daging Basah Lagi

NusantaraTerkini.Com, – Sejumlah pedagang daging sapi mengeluh, lantaran tidak adanya pemeriksaan daging basah yang biasa dilakukan instansi terkait sejak 6 bulan ke belakang, tepatnya terhitung sejak akhir bulan Oktober 2017 lalu.

Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang di pasar minggu Kota Bengkulu, Edi, pemeriksaan daging basah tersebut sudah lama tidak dilakukan lagi, padahal dulu Edi mengaku selalu ada petugas dari kesehatan hewan dan peternakan yang melakukan pemeriksaan terhadap daging yang dia jual.

“Sudah lama pak memang nggak pernah diperiksa. Kalau dulu ada petugas dari kesehatan hewan dan peternakan yang rajin setiap hari melakukan pemeriksaan terhadap daging yang kami jual di pasar ini pak, ” ujar Edi, Minggu (8/4/18).

Lebih lanjut Edi menjelaskan, surat pemeriksaan yang dimiliki sejumlah pedagang hanya sebatas formalitas saja, sebab pemeriksaan daging basah yang dijual di pasaran maupun pemeriksaan terhadap sapi yang dipotong itu jarang dilakukan lagi oleh petugas.

“Banyak sekali kok pak sapi yang dipotong secara ilegal tanpa melalui pemeriksaan petugas,” sambungnya.

Baca Juga: Ternyata Tiga Tahun Bengkulu Datangkan Sapi Asal Lampung

Edi juga membeberkan, solusi untuk menurunkan harga jual daging sapi menjadi murah itu mudah.  Yakni dengan menekan dan mengontrol penuh margin keuntungan di tingkat Toke, Tengkulak maupun rumah Potong Hewan (RPH) yang ada. Dengan demikian, harga daging yang dijual pedagang di pasar tidak terlalu tinggi dan dapat memenuhi ketentuan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu senilai rp 105 ribu per kilogram.

“Kalau saja saja dari RPH atau Toke bisa menjual kepada kami range rp. 90 ribu hingga rp 95 ribu per kilogram untuk daging sapi murni tanpa tulang dan sebagainya maka kami tentu bisa menjual rp 100 ribu hingga rp 105 ribu per kilogram kepada Warga pak. Kami ini cuma ambil untung kecil kok pak. Nah kalau sekarang dari Toke dan RPH saja sudah rp 115 per kilogramnya, jelas kami nggak mungkin jual dibawah harga itu pak,” beber Edi.

Edi juga berharap agar pemerintah serta aparat segera menindak lanjuti hal tersebut agar warga di Bengkulu dapat membeli lagi daging sapi. “Kalau harganya terjangkau pak, otomatis daya beli masyarakat juga tinggi. Apalagi sekarang ini mau masuk puasa. Jika dibiarkan harga daging sapi jelang ramadhan nanti akan tambah tinggi,” demikian Edi. (dk)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.