Pecah Ban, Panther Seruduk Pria Penarik Amal di Jalan Raya Hingga Tewas

Jember, Nusantaraterkini.com- Sebuah mobil Isuzu Panther sedang melaju di jalan raya, tiba-tiba oleng dan menghantam pohon yang ada di pinggir jalan raya.Kecelakaan lalu-lintas di jalan raya jurusan Balung – Puger tepatnya di area penarikan amal depan Masjid Darussalam Dusun Darungan Desa Jambearum Kecamatan Puger Kabupaten Jember, terjadi pada Minggu 14 Maret 2021 sekira pukul 14.30 Wib. 

Usai menghantam pohon, mobil dengan nopol P-1609-HK yang kendarai Siswandono kemudian menabrak seorang warga yang sedang duduk santai di pinggir jalan.Ia bernama Thohir (60) Warga Dusun Kedung Sumur Desa Jambearum Kecamatan Puger, diketahui tewas di tempat dengan mengalami luka di kepala.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember, Ipda Kukun menuturkan, peristiwa kecelakaan ini terjadi akibat pengemudi mobil tidak bisa menguasai laju kendaraan yang disebabkan ban depan sebelah kiri mengalami pecah sehingga mobil mengalami oleng .

Kukun menambahkan, korban yang merupakan salah satu petugas penarik amal, seketika dibawa ke puskesmas setempat untuk di lakukan perawatan jenazah sebelum di kebumikan pada hari itu.

Sementara mobil Isuzu Panther beserta pengemudi langsung diamankan ke kantor Unit Laka Satlantas Polres Jember guna menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

“Untuk sopir dan kendaraan sementara kami amankan di kantor unit laka polres jember, ” Kata Kukun, dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon pada Senin (15/03/21).

Dia menjelaskan, saat itu korban sedang istirahat usai melakukan aktifitas penarikan amal masjid di TKP dengan duduk-duduk santai di bahu jalan sekitar lokasi.

“Tiba-tiba ada kendaraan roda 4 dari arah selatan melaju ke utara dengan kecepatan sedang.Sesampai di TKP ban kiri depan mobil pecah, sehingga oleng ke kiri menghantam pohon dan menabrak korban yang sedang duduk di bahu jalan sebelah barat dan terjadilah laka lantas tersebut, ” paparnya.

Kukun menghimbau, bagi panitia amal yang melakukan penarikan amal di jalan raya harus lebih ekstra hati-hati, karena memang kegiatan penarikan amal di jalan antara mengganggu dan tidak mengganggu.”Tapi kita mengutamakan apa yang menjadi tuntutan sosial, ” katanya.

Untuk pengendara, lanjutnya, siapa pun dimohon untuk lebih berhati-hati baik di jalan maupun saat mengecek kendaraan.

“Karena bila kita lalai akan bisa menjadi mesin pembunuh, baik diri sendiri maupun orang lain, ” pungkasnya. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.