Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Paspampres Ramah Dari Bima

Loading...

IMG-20160503-WA0005JAKARTA – Sumringah senyum ramah dan tegur sapa hangat menjadi ciri khas Lettu Inf. Guntur, terulas tulus kepada siapapun yang mengenal putra Bima Nusa Tenggara Barat ini. Bang Guntur demikian, para sahabat memanggilnya. Sebagai orang yang terpilih menjadi pengawal orang nomor satu di Indonesia, Lettu Inf. Guntur telah menunjukan kualitasnya, melewati berbagai tahapan seleksi, tahapan tes, berkompetisi dengan para prajurit terbaik dari seantero Indonesia. Kecakapan fisik dan mental nan unggul dan doa restu masyarakat kabupaten Bima, NTB lah yang membuat Lettu. Inf terpilih menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), menjadi Paspamres adalah dambaan hampir setiap prajurit terbaik di negeri ini.

Tidaklah berlebihan bila Orang Bima merasa bangga dan bersyukur sebab Lettu Inf. Guntur, satu-satunya putra Bima asal Dusun Gusu, Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yang masih eksis mengabdi sebagai pasukan pengawal Presiden di Istana Negara.

“Ya, sekarang tinggal saya satu-satunya orang Bima yang menjadi Paspampres,” tandas Lettu Inf. Guntur dengan rendah hati seraya menggulas senyumnya yang khas. Saat bercengkrama bersama awak media usai Presiden Jokowi meresmikan pasar Tradisional Modern Amahami, Jum’at (29/4/2016).

Suami dari Diang Lugut Asmarani ini (Lettu Inf. Guntur) terpilih dan mengabdi sebagai Paspampres sejak masa transisi Presiden SBY ke Presiden Jokowi. Tepatnya, sudah tiga tahun, terang  ayah dari M. Iqbal Fahriansyah, M. Akbar Fitriansyah dan Indah Anggriani ini.

Banyak hal telah dilalui Lettu. Inf Guntur, cerita suka-cita selama menjadi Pasmpampres. Demikian pula halnya dengan kebanggaan selama tiga tahun mengabdi sebagai Paspampres.

“Saya selalu mengikuti setiap kunjugan kerja Presiden RI baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dan dimanapun Presiden RI berada, saya selalu mendampinginya,” ungkapnya.

Saat Presiden Jokowi kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, sudah dua kali dia ikut serta. Yakni, saat Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 di Doroncanga-kabupaten Dompu dan ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan pasar Tradisional Modern Amahami-Kota Bima. “Saya lolos menjadi Paspampres, salah satunya karena doa dari seluruh masyarakat Bima. Saya bangga menjadi menjadi satu-satunya orang Bima yang masih dipercaya sebagai Paspampres,” tuturnya.

Kecintaan putera Bima ini terhadap tanah leluhurnya, tidak tanggung-tanggung, ia ingin membangun daerahnya, merubah ke arah yang lebih baik, menuju Bima yang Gemilang “Jika Allah mengizinkan, saya akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bima”. Itulah cita-cita mulia, paspampres supel dan mudah bergaul ini.

Selama menjadi Paspampres, dirinya selalu ditanya oleh Presiden Jokowi tentang bagaimana situasi Bima dan masyarakatnya.

“Saya menjawabnya, orang Bima semuanya sangat solid dan baik. Dan selama menjadi Paspampres hingga sekarang, yang Presiden tahu kalau Bima itu sangat aman. Presiden Jokowi tahu, sesungguhnya masyarakat Bimasangat ramah, baik, religius dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai luhur. Maka sebagai orang Bima, kita harus bersyukur dan bangga. Semoga hal-hal penting tersebut akan tetap terjaga selamanya,” harapnya lagi.

Dari arena presmian pasar Tradisional Modern Amahami, Kota Bima, sejumlah awak media selalu mengintip kegiatan pria yang dikenal dengan dekat wartawan ini. Terlihat nyata dia mengatur ketertiban pelaksanaan acara mulai dari sebelum Presiden Jokowi hadir di panggung acara hingga pelaksanaan kegiatan itu selesai. “Bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir, tolong tertib ya. Ikuti saran dan masukan dari kami. Karena sesaat lagi Pak Presiden RI akan hadir ditengah-tengah kita,” imbuh Lettu Inf. Guntur.

Wartawan pun sebelumnya sangat penasaran tentang kapasitas pria jangkung berkulit sawo matang ini. Usut punya usut, ternyata pria asal Satuan Komando pasukan Khusus (Kopasus) ini diberi kepercayaan sebagai Komandan Pelaksana (Danplek) pada kegiatan kunjungan resmi Presiden Jokowi ke Kota dan Kabupaten Bima.

“Saya berasal dari Kopasus. Saat direkrut menjadi menjadi Paspampres, kebetulan hanya saya sendiri orang Bima yang lulus. Pada kegiatan kunjungan kerja Presiden Jokowi kali ini, saya dipercaya sebagai Danplek,” katanya.

Usai kegiatan peresmian pasar Tradisional Modern Amahami, Guntur terlihat berkumpul dengan puluhan personil TNI yang bertugas di Bima dengan menggunakan seragam batik. Rupanya dia sedang bercengkrama sambil makan bakso, sesekali nampak utas senyum tulus dari wajahnya “Ya, sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah lain, sangat afdol rasanya saya berkumpul dengan teman-teman yang ada di Bima. Rasanya, ini moment yang sangat tepat buat saya untuk bersenda-gurau melepas rindu dengan sesama orang Bima,” pungkasnya. (TIM)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.