Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Paska Penggusuran, Dewan Kota Hearing dengan Pedagang Sungai Hitam

Loading...

KOTA BENGKULU – Paska penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu pada 7 Januari lalu terhadap pedagang di Sungai Hitam, Kecamatan Muara Bangkahulu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar hearing dengan pedagang tersebut, Selasa (26/2).

Para Pedagang itu menuntut Pemkot untuk ganti rugi bangunan yang telah digusur, pasalnya dibeberkan Veri Oktatrinanda kuasa hukum para pedagang mengatakan, bagunan tersebut asli dari jerih payah mereka yang telah dibangun selama 18 tahun.

“Kurang lebih sudah 18 tahun bangunan itu, saya sangat berharap agar pemkot memberikan solusi kepada pedagang, karena mata pencaharian mereka sudah tidak ada lagi, sekarang tempatnya sudah datar dengan tanah pasca digusur oleh pemerintah kota Bengkulu yang dinilai sebagai tempat Maksiat, disana terdapat 76 warung dan 10 warung remang-remang, tujuan pemerintah baik tetapi harus di pilah jangan semuanya digusur,” tegas Veri.

Ia menambahkan bahwa pedagang kios kaki lima di Sungai Hitam minta kejelasan dari pemerintah Kota Bengkulu terkait lapak yang sudah digusur.

“Sampai hari ini belum ada kejelasan tempat tersebut mau dibuat jadi apa, mereka ini pedagang kecil yang mencari makan tidak seberapa dapat, 20 sampai 30 ribu setiap hari, sampai saat ini mereka terlantar tidak punya pendapatan, kami mohon agar bangunan yang mereka dirikan dengan menggunakan uang sendiri itu dapat diganti,” beber Veri.

Semetara itu Anggota Dewan Sawaluddin S. S.sos MM menyatakan bahwa sangat di menyangkan kepada pihak Dishub Kota Bengkulu, jika Lapak pedagang Sungai Hitam terbengkalai, dan hingga saat ini belum ada kejelasan setatusnya mau di buat apa, Ia juga sangat emosi saat ditanya kepada Kepala UPTD Terminal Sungai Hitam tidak tahu soal penggurusan pada waktu itu.

“Saya heran Kepalanya UPTD saja tidak tahu penggusuran itu, ini sangat disayangkan, semua apa yang ditanya tidak tahu, terus selama ini kemana, mereka digusur kita tanya setelah itu mau dibuat apa kok malah kalian tidak tahu, kalian kan digaji oleh Negara melayani masyarakat juga, kok ini permasalahan sepeti ini tidak tahu,” ungkap Sawaluddin dengan nada Emosi.

Ia menambhakan bahwa Dewan tidak memihak siapa-siapa dalam forum tersebut, namun sebagai dewan ia hanya menampung aspirasi dari masyarakat .

“Kita sudah mendengarkan ya apa menjadi keluh kesah mereka, tadi juga ada perwakilan Dishub dan kita selaku anggota DPRD mendukung apa yang menjadi program pemerintah, tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan juga terkait ketergantungan hidup masyarakat, apalagi masyarakat miskin, dari tuntutan mereka tadi sebagaimana pemerintah bisa mengganti apa yang sudah menjadi milik mereka dan pemerintah sangat disayangkan belum ada solusi terkait dari persoalan ini, Insya Allah dalam waktu dekat untuk para pedagang akan diberikan solusi yang terbaik,” demikian Sawaluddin. (Adv)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.