Pasca Diputus “Tobat”, Eks Jamaah Tibbul Qulub Gelar Istighosah Bersama Tokoh Dan Ormas

Jember- Pasca putusan MUI terkait praktik spiritual jamaah Tibbul Qulub ( TQ) di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember yang viral beberapa waktu yang lalu, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember mengadakan serangkaian kegiatan pembinaan dan pendampingan terhadap jamaah ex TQ. Kamis, (04/02/21) .

Petugas PAI bidang Radikalisme dan Aliran Sempalan Kemenag Kecamatan Gumukmas, Rudi, menyampaikan, setelah melakukan beberapa tahap mediasi dan rekonsiliasi baik dari pihak jamaah maupun kelompok masyarakat yang kontra, pihaknya mengadakan Istighatsah bersama di kediaman Nanang Qosim (ex TQ) Desa Mayangan, yang di awali dengan tawasul dan diakhiri dengan doa.

Menurut Rudi, Istighotsah bersama yang dihadiri Pimpinan TQ Musadad, Pengurus NU Ranting Mayangan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta Banser, bertujuan untuk memulihkan iklim sosial yang utuh dan harmonis.

“Menuntut ilmu tidak hanya bisa dilakukan dalam bangku sekolah dan kuliah saja. Namun dalam kehidupan sehari-hari kita bisa belajar dan mendapatkan ilmu. Jemaah ini bisa menjalin ukhuwah dari masyarakat dengan ranting NU, ” tutur Rudi di sela-sela kegiatan.

Sementara Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kabupaten Jember, Hariyadi, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan PAI bersama-sama membina masyarakat khususnya jamaah ex TQ yang ada di Mayangan.

“Sebagai masyarakat yang heterogen, pasti akan dibenturkan dengan norma masyarakat, agama serta dengan Undang-Undang. Maka sebagai warga negara harus mematuhi keberagaman tersebut, ” ucap Hariyadi.

Ditempat yang sama, mantan pimpinan Jamaah Tibbul Qulub, Musadad mengatakan, majelis ini diharapkan mampu memberikan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan harapan bisa berbagi ilmu, sumbangan pemikiran serta mendapat perhatian lebih dari Aparatur Negara, melalui bimbingan dari Kemenag dan Ranting NU Mayangan yang terjun Langsung ke masyarakat.

“Setiap orang mempunyai potensi yang harus bisa dimanfaatkan. Seperti sampah, yang di pandang sebagai benda yang nilai value rendah. Namun jika dikelola menjadi bahan yang berharga,” papar Musa, panggilan sehari-hari pria yang kini tinggal di Surabaya tersebut.

Sehingga, sambungnya, valume sampah mempunyai nilai lebih yang meningkat. Begitu juga SDM Desa Kalimalang Mayangan harus dimanfaatkan dan diperhatikan agar bisa meningkat.

Nanang Qosim, mantan koordinator Jamaah TQ Desa Mayangan berharap, semoga kegiatan Istighosah kali ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan umat.Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para tokoh NU dan Penyuluh yang telah hadir.

Sementara Pengurus Ranting NU Mayangan menuturkan, kita tidak boleh menyebut nama Tibbul Qulub, namun lebih tepatnya adalah “Jema’ah Istighosah”.Karena telah ada putusan dari MUI Kabupaten Jember.

“Bahwa Nahdlatul Ulama tetap berlandaskan pada Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Dalam bidang Tasawuf mengikuti imam Al-Ghazali dan imam Junaid Al- Baghdadi.” kata Imam.

Setelah kegiatan Istighotsah, acara dilanjutkan tausiyah dan pengenalan tentang Nahdlatul Ulama kepada Jamaah Istighotsah. (Tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.