Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Para pedagang Mainan dan Sopir Angkutan Umum di Oku Selatan Sepi Konsumen

Loading...

OKU Selatan – Suasana Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H tahun 2020 kali ini, terlihat berbeda dari suasana pada tahun-tahun yang lalu, di beberapa tempat yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan sepi dikarenakan dampak dari mewabahnya Virus Corona saat ini.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan melalui musyawarah yang telah diputuskan tentang larangan melaksanakan sholat Idul Fitri, untuk dilaksanakan di Masjid serta tanah lapang dan larangan melaksanakan Takbir keliling seperti kebiasan sebelumnya.Tetapi, hanya dilakukan di Masjid – masjid saja.

Terpantau, pada Hari raya Idul Fitri tahun ini khususnya, di kalangan para pedagang mainan dan makanan terlihat sepi di seputaran kota Muaradua, tidak seperti Hari raya tahun – tahun yang lalu, di setiap sudut pasar tengah kota Muaradua ramai para pedagang mainan dan para pedagang makanan, Minggu (24/05/2020).

Yayan ( 38) pedagang mainan mengeluhkan, sepinya para pembeli  mainan ini, dikarenakan dampak dari perekonomian sekarang sedang lemah, akibat dari dampak penyebaran Virus corona yang sangat terasa bagi kalangan masyarakat khususnya kabupaten OKU Selatan.

“Biasanya, pada tahun yang sebelumnya, pasca Hari raya Idul Fitri anak – anak senang dan ramai dalam membeli mainan terutama mainan Pistol – pistolan untuk main perang – perangan, namun pada Hari raya Idul Fitri tahun ini sangat sepi sekali Anak – anak dalam membeli mainan Pistolan, ” ungkapnya.

Kemudian, pasca telah ditetapkannya peraturan pemerintah pusat, tentang larangan tidak diperbolehkannya mudik bagi para perantau untuk pulang kampung. Tentu saja, sangat lah terasa bagi perekonomian suatu daerah.

Terutama bagi para Agen Angkutan umum bagi para loket dan sopir kendaraan, yang melayani para penumpang dengan jurusan masing -masing wilayah, seperti jurusan Jakarta, Pulau jawa, Palembang dan Lampung.

Seperti disampaikan Parman ( 40) Sopir Bus jurusan Jakarta, sudah terhitung hampir Dua bulan ini. Tidak bekerja, menjalankan Mobil Angkutan dikarenakan larangan untuk membawa maupun mengantarkan penumpang memasuki daerah pandemik seperti Jakarta.

” Ia berharap, semoga saja Pandemik Virus corona ini cepat berakhir, sehingga aktivitas bisa berjalan seperti biasanya,  dan perekonomian masyarakat akan stabil kembali, ” Ujarnya. (Suardi)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.