Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Pangkalan Jual LPG Diatas Het, Komisi II Panggil Semua Agen dan Dinas Terkait

Loading...

Indragiri Hulu – Kenaikan HET Elpiji 3 kg dari Rp16 menjadi Rp30 ribu bahkan bisa diatas nya lagi pertabung ternyata menambah penderitaan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu. Parahnya lagi salah di seluruh kecamatan warga mengeluh pangkalan menjual selalu di atas HET.

Menanggapi persoalan dugaan pelanggaran Undang Undang Migas, legislatif Inhu angkat bicara, Martimbang Simbolon anggota DPRD Inhu dari Komisi II dirinya menilai, masalah tersebut buntut dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Pemda.

“Seharusnya sesuai dengan Perbup yang dikeluarkan tidak ada lagi kenaikan apalagi di pangkalan, tapi buktinya apa, agen malah jual di atas HET melalui masing-masing pangkalan. Ini tidak betul, dan kita menilai ini membuktikan Pemda lemah dalam mengawasi,” katanya, Kamis (16/4/2020).

Menanggapi persoalan LPG diatas harga melambung tinggi turut hadir seluruh DPRD Komisi II, Hikmat Praja ST MT Kadis Perindstrian dan perdagangan, Ory Hanang Wibisono Kabag Ekonomi dan SDM Setda kab Inhu Sugeng winarno SPBE Awal Bros Bumi Pusaka.

Lalu Akhmad Sakowi Dirut PT.Belilas Permai,

Yuda Remufa Dirut PT Prima Nugraha Indragiri, Dedi Boy Penalosa Dirut PT.Bharti Noograha Sejati, Apriadi Dirut PT.Citra Cahaya Gasindo dan Seprianto.

Mereka turut serta menandatangani berita acara kesepakatan tentang kelangkaan LPG Bersubsidi di Kabupaten Indragiri Hulu.

Selain itu, lanjut Disperindang pernah meminta setiap agen agar memasang plang atau papan kalau agen tersebut resmi, serta dicantumkan harga, namun buktinya dalam pelaksanaan mereka selama ini tidak melaksanakan.

Dan kepada masyarakat Kota Inhu, Politisi Perindo ini meminta untuk membuat laporan jika ditemukan pangkalan melalui agen-agen nakal yang menjual gas 3 Kg di atas ketentuan.

“Kalau ada agen yang menjual gas di atas HET kita akan merekom ke instansi terkait agar semua memiliki penjelasan berupa sanksi pengurangan kuota menutup pangkalan bila perlu sanksi hukum,”
ujarnya.

Selain itu Dodi Irawan SHI selaku ketua Komisi II menyarankan masyarakat untuk mengecek menimbang terlebih dahulu gas yang akan dibeli, pasalnya banyak informasi yang didapat volume gas 3 Kg tersebut jauh berkurang dari yang seharusnya. (Holmes Pane)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.