Pak HAM Kecam Perbuatan Kejam KKSB

NusantaraTerkini.Com, Jayapura – Direktur Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK – HAM), Papua Matius Murib mengutuk terbunuhnya beberapa orang termasuk seorang anak, dalam insiden penembakan di Kenyam, Nduga Papua.

Kata Matius, kekerasan apapun dengan alasan dan tujuan apapun pihaknya tidak membenarkan. Ia sepakat tindakan tersebut merupakan pelanggaran HAM karena menghilangkan nyawa orang.

“Kami dari awal menolak, apapun tujuannya harus dicapai dengan cara-cara dialog/damai dan bukan kekerasan. Sampai kapanpun kami  menolak dan mengutuk tindakan itu baik dilakukan oleh TNI/Polri maupun TPN OPM,” ujar Matius Murib saat diwawancara Wartawan di Kantor PAK-HAM Papua, Kamis (28/6) malam.

Namun ia juga tidak menutup mata mengenai kemungkinan adanya keterpaksaan dalam pembunuhan tersebut.

“Kita sangat prihatin tapi mungkin dalam kondisi perjuangan, emosi jadi mereka terpaksa melakukan itu, sebenarnya mereka marah dengan pemerintah,” tambah Matius.

Untuk itu menurutnya, agar warga sipil tak menjadi korban negara harus mau berdialog dengan melibatkan pihak ketiga.

“Pemerintah harus ubah pendekatan, jangan pendekatan melalaui senjata, tapi harus dialog, komunikatif. Ruang dialog harus dibuka.

“Pihak Anton sudah lama menunggu tapi  tidak ada, jadi saya kira gubernur terpilih nanti dan pemerintah pusat harus perhatikan ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, aksi penembakan  terjadi di beberapa daerah di Papua yang menewaskan warga sipil dan aparat pemerintahan.

Netizen di Papua sendiri mengutuk aksi tersebut terutama dibacoknya seorang anak kecil di Kenyam Kabupaten Nduga Papua belum lama ini. (FN)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.