Paiman Koordinator Tim Penilai Proyek Replanting Mundur

Loading...

Aceh Tamiang – Paiman SST selaku Koordinator Tim Penilai Kemajuan Kegiatan Peremajaan Kelapa Sawit/Replanting tahun 2019 mengundurkan diri. Padahal proyek replanting senilai puluhan miliar rupiah itu tengah berjalan.

“Iya saya sudah mengundurkan diri dari tim penilai replanting,” kata Pai­man kepada NusantaraTerkini.Com, kamis (16/5).

Saat ditanya apa alasannya meng­un­durkan diri, Paiman enggan menjelas­kannya. Hanya, kata dia ti­dak menguasai IT, tidak ada waktu cukup, karena selain ditunjuk sebagai Ketua Tim Replanting, Paiman juga menjabat Kepala Balai Penyuluhan Per­tanian (BPP) Kecamatan Bandar Pusa­ka dan umurnya saat ini sudah lanjut.

“Waktu saya tidak ada, lagi pula usia saya sudah tua, sudah 56 tahun,” ucap­nya, sembari menunjukkan surat peng­unduran dirinya Nomor: Ist/V/2019 yang ditujukan kepada Kepala Distan­bunnak Aceh Tamiang tertanggal 14 Mei 2019.

Sebelumnya, berdasarkan SK No­mor: 525/065 Tahun 2019, Paiman ditetapkan sebagai Tim Penilai Kema­juan Kegiatan Peremajaan Kelapa Sawit Tahun Anggaran 2019. Dalam SK ter­sebut, Paiman sebagai Koordinator peni­lai dengan dua anggota yakni, Poni­man dan Khairul Qadri.

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian, Perke­bunan dan Peternakan Aceh Tamiang, Yunus kepada Wartawan selasa (14/5), membenarkan perihal peng­unduran diri Paiman sebagai Koordinator Tim Penilai Replanting tersebut.

“Iya beliau mundur ada dikem­balikan SK, sudah kita terima,” kata Yunus.

Atas pengunduran diri Paiman itu, pihaknya akan segera mencari peng­ganti, mengingat program peremajaan sawit rakyat (PSR) sudah mulai ber­jalan.

“Alasannya saya tidak tahu, karna Paiman tidak ada memberi alasan apa-apa, penggantinya sedang disiap­kan,” ujarnya.

Menurutnya, areal replanting yang tengah dikerjakan berada di Desa Jam­bo Rambong seluas 123 hektare. Dari 123 hektare itu tahap awal telah diker­jakan 100 hektare dan baru selesai 73 hektare. sedangkan di Desa Pante Cem­pa areal yang sudah siap dikerjakan sekitar 20 hektare. Tapi Yunus tidak me­ngetahui secara pasti luas lahan replanting di desa tersebut.

“Saat ini ketersediaan bibit sawit ba­ru dibeli sebanyak 16 ribu batang. Bibit sebanyak itu hanya untuk kebutuhan lahan seluas 100 hektare,” sebutnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Aceh Tamiang sendiri mendapatkan program PSR dari pe­merintah pusat mencapai 1.635 hektare. Lahan seluas itu dikerjakan dua ko­perasi yang ditunjuk Pemda yakni, Ko­perasi Wassalam dan Koperasi Usaha Bersama sebagai pelaksana.

Informasi yang berhasil dihimpun, untuk Koperasi Wassalam men­dapatkan capaian lahan seluas 1.379,663 hektare dan Koperasi Usaha Bersama seluas 256,338 hektare.

Saat ini baru 65 hektare telah dilakukan tum­bang chipping, meliputi Desa Jambo Rambong dan Desa Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka. [Afrizal]

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.