Ormas ABR Unjuk Rasa di Polres Kaur

KAUR – Sebanyak 20 orang yang mengatasnamakan diri Ormas Aktifis Bengkulu Raflesia (ABR), melakukan unjuk rasa di halaman Mapolres Kaur Provinsi Bengkulu, Kamis (26/12/2019).

Unjuk rasa yang dikoordinir oleh Rozi dan Aprin Taskan Yanto ini, menuntut kepastian Hukum Pasir Besi di Kabupaten Kaur, kepastian Hukum Ilegal Logging dan kepastian Hukum Tambak Udang di Kaur.

Didalam orasinya, Rozi, menyampaikan bahwa Polres Kaur telah melakukan diskriminasi hukum. Ia menuding Polres Kaur pilih kasih dalam penegakan hukum.

“Polres Kaur saat ini telah melakukan diskriminasi hukum, dan Polres Kaur telah pilih kasih dalam penegakan hukum,” kata Rozi.

Dikonfirmasi perihal ini, Kapolres Kaur, AKBP Arief Hidayat, S.IK, melalui Kasatreskrim Polres Kaur, Iptu Ahmad Khairuman, SE, M.Si, menyampaikan bahwa tuntutan dari pihak LSM dan Masyarakat yang berunjuk rasa sudah dijelaskan.

“Tuntutan dari pihak LSM dan Masyarakat yang berunjuk rasa ada 3 hal, yaitu perihal Tambak Udang, Pasir Besi, dan Kayu, untuk Tambak Udang saat ini mereka sedang melengkapi perijinan, dan itu semua sudah kami lakukan penyelidikan,” kata Kasatreskrim Polres Kaur usai berdiskusi bersama pengunjuk rasa.

Ditambahkan Kasatreskrim lagi, untuk usaha Pasir Besi dan CV Marantika selaku pengusaha kayu memiliki kelengkapan izin. Semua pengusaha ini turut menyumbangkan pajak kepada negara. (Ynd)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.