Operasi Antrian BBM, 2 Tengkulak 1 Petugas SPBU Diamankan Polisi

Jember- Operasi penertiban antrian BBM jenis premium oleh Tim Resmob Barat Polres Jember di SPBU Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember senin kemarin, Polisi telah mengamankan 3 mobil modifikasi tangki penampung BBM berikut 3 orang, masing-masing 2 orang tengkulak BBM serta 1 orang petugas SPBU. Jumat, (24/7).

Menurut informasi yang didapat wartawan nusantaraterkini.com, ketiga orang ini diamankan karena dugaan indikasi kongkalikong melakukan praktek monopoli dan penyalahgunaan pendistribusian bensin premium.Namun hingga saat ini polisi belum juga memberikan keterangan terkini atas hasil penyelidikan dari kejadian tersebut.

Temuan dilapangan, tiga mobil modifikasi yang disita Polisi dan diamankan di Mapolsek Gumukmas sebagai barang bukti, mobil dirancang khusus dengan menambah tangki untuk menampung premium.Tepat di bagian bawah tangki, terlihat sebuah kran yang berfungsi untuk mengeluarkan premium dari dalam tangki.Selain itu, di dalam mobil terlihat ada sejumlah jerigen serta pipa plastik dan sebuah corong.

Dari informasi yang didapat, 3 orang yang diamankan masing-masing sebagai ketua dan wakil ketua korlap para tengkulak, serta satunya lagi petugas operator SPBU yang melayani pembelian premium kepada para tengkulak tersebut.

Mereka diduga kongkalikong melakukan praktek monopoli perdagangan BBM premium, dengan cara menjual kembali premium hasil pembelian dari SPBU kepada konsumen dengan harga yang kelewat mahal. Terbukti, selama ini masyarakat resah dan mengeluh sulitnya mendapatkan premium secara langsung di SPBU, karena SPBU yang melayani pembelian premium rata-rata sudah dikuasai para tengkulak BBM.

Menilik pernyataan Kasat Reskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren beberapa jam usai operasi, ketiga orang diamankan sementara untuk dimintai keterangan.Jika nantinya dalam pemeriksaan terbukti ada unsur pelanggaran, pihaknya terpaksa akan memproses secara hukum terhadap ketiganya.

“Kita masih ini dulu, nanti kalau misalnya memang kita ini, ya sudah kita proses, ” kata Fran.

Namun, terang Fran, jika misalnya tidak terbukti ada unsur penyalahgunaan pendistribusian BBM maupun pelanggaran lainya, maka pihaknya akan melakukan pemahaman dan himbauan saja, agar supaya tidak mengulangi perbuatannya.

Agar kedepan, lanutnya, penggunaan dan pendistribusian BBM sesuai aturan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para tengkulak BBM.

“Ini harus kita pelajari dulu, ” imbuhnya. (tahrir)

 

Rekomendasi
Loading...

Ruangan komen telah ditutup.