Oknum Polhut Tersangka Kasus Tembak Mati Dikabarkan Tidak Ditahan

Nusantaraterkini.com (Surabaya)– Alananto selaku kuasa hukum Mursid Effendy, pelapor kasus oknum Polisi Hutan (polhut) Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember, Dody Setiawan yang menembak mati Aris Samba, terduga pelaku pencurian kayu angkat bicara mengenai proses hukum yang sekarang sedang berjalan di Polda Jatim. Melalui sambungan suaraWhatsApp (WA), Sabtu (6/3/2021), Alan, begitu sapaan akrabnya, berharap supaya penyidik Polda Jatim dan Kejati Jatim segera melimpahkan perkara ke Pengadilan. 

“Biar hakim yang memutuskan, apakah saudara Dody Setiawan bersalah atau tidak,” ucapnya.

Ditanya soal proses hukum di Polda Jatim yang sampai saat ini belum tuntas, Alan mengiyakan dan berpendapat lamanya perkara karena TNMB dan BBKSDA melakukan upaya damai. Ia mengatakan untuk istri korban sudah diberi santunan, tunjangan, dan pekerjaan oleh TNMB.

“Namun ibu dan kakak kandung korban Aris Samba tetap tidak terima dan meminta keadilan,” ujarnya.

Ditanya keberadaan tersangka Dody Setiawan dan apakah ditahan atau tidak, Alan menjawab tidak mengetahui keberadaan tersangka Dody Setiawan dan yang bersangkutan tidak ditahan. Disinggung mengapa tidak mempermasalahkan tersangka Dody Setiawan yang tidak dilakukan penahanan, meski dikenakan pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara, Alan menyebut itu kewenangan penyidik dan menghormatinya.

Oknum polhut TNMB Jember, Dody Setiawan harus tersandung perkara hukum gegara menembak mati Aris Samba, terduga pencuri kayu tanggal 3 Oktober 2019 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Blok Donglo Wilayah Kerja Resort Wonoasri masuk area TNMB. Mursid Effendy kakak kandung korban Aris Samba melaporkan penembakan adiknya tersebut ke Polsek Tempurejo dan terbit LP/K/104/X/2019/JATIM/RES JEMBER/ SEK TEMPUREJO, tanggal 3 Oktober 2019. Selanjutnya oknum polhut ini ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar penetapan tersangka sesuai surat ketetapan tersangka nomor : S.Tap/357/X/Res.1.7./2019/Reskrim, tanggal 4 Oktober 2019.

Kasus tembak mati ini akhirnya diambil alih Polda Jatim berdasarkan Surat Kapolres Jember Nomor : B/1197/X/RE.1.7/2019/Reskrim, tanggal 7 Oktober 2019 tentang pelimpahan penanganan perkara. Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Jatim yang menangani kasus tembak mati tersebut menjerat tersangka Dody Setiawan dengan pasal Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP tentang dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau karena salahnya mengakibatkan kematian orang.

Barang bukti yang disita dalam perkara ini yaitu satu buah senjata api Pindad, 4 butir amunisi kaliber 9 mm, 1 magasin, kaos berwarna merah kaos oblong warna hijau, celana panjang training biru, celana pendek hitam, kemeja panjang jeans, kartu penguasaan senpi Nomor Polisi : KI/Pengpin/1190.a/XII/2018 atas nama Dody Setiawan, dan Visum et Repertum (VeR) : IFRS 19.019, tanggal 04 Oktober 2019 yang dikeluarkan RSUD Dr. Soebandi Jember.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, Jumat (5/3/2021) menjelaskan rencana tindak lanjut penyidik adalah melengkapi dan mengirim berkas perkara tersangka Dody Setiawan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu Gatot, begitu sapaan akrabnya, mengatakan penyidik juga akan menyerahkan tersangka Dody Setiawan dan barang bukti ke JPU. Namun sayangnya, Gatot tidak menjawab sewaktu ditanya apakah saat ini tersangka Dody Setiawan ditahan atau tidak. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.