Oknum Notaris Buronan Korupsi Pajak Penghasilan Rp 1,7 M Ditangkap

Nusantaraterkini.com (Surabaya) – Tim Pidana Khusus (Pidsus) dan tim Intelejen (Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Rabu (24/2/2021), pukul 11.00 WIB, menangkap buronan kasus korupsi atas nama terdakwa Johanes Limardji Soenarjo di kawasan Tegalsari setelah melakukan pengintaian selama 3 hari. Laki-laki tua yang sebelumnya berprofesi Notaris ini diputus bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) korupsi Pajak Penghasilan (PPh) sejumlah Rp 1.798.893.250 sesuai putusan MA Nomor : 388 K/Pid.Sus/2019 tanggal 15 April dan dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun serta denda Rp 200 juta subsider pidana kurungan selama 6 bulan. 

Kasus korupsi yang menjerat oknum Notaris ini melibatkan dan bersekongkol dengan beberapa orang yang mempunyai peranan berbeda. Awal mulanya terjadi proses jual beli tanah dan bangunan di jalan Kedung Asem 7 Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut pada bulan Mei tahun 2015. Tanah seluas 3.145 M2 milik PT Logam Jaya dibeli PT Royal Star Paragon Regensi seharga Rp 20 Miliar.

Proses perjanjian jual beli dilaksanakan di depan Terdakwa Notaris Johanes Limardji Soenarjo. Saat itu PT Logam Jaya menitipkan uang Pph senilai Rp 1,79 Miliar kepada Terdakwa Johanes berupa cek BCA. Ternyata cek itu diserahkan Terdakwa Johanes kepada Joko Sutrisno seorang freelance untuk dicairkan.

Kemudian Terdakwa Johanes mendapatkan bukti setoran pajak fiktif Bank Jatim dari Joko Sutrisno yang diterima dari Terdakwa Andika Waluyo sebagai imbalan permainan pajak ini. Terdakwa Johanes mendapatkan pengembalian uang setoran itu sebesar Rp 719 juta yang diterima di rekening BCA milik Johanes.

Sedangkan peran Terdakwa Edi Suyanto adalah sebagai perantara membuat validasi palsu. Penyidikan yang dilakukan tim Pidsus Kejari Surabaya terhenti hanya sampai Terdakwa Edi Suyanto. Kepada penyidik Pidsus Kejari Surabaya waktu itu, Terdakwa Edi Suyanto mengaku proses validasi palsu tersebut diserahkan kepada seseorang yang bernama ‘om’. (Fajar Yudha Wardhana)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.