Non Fisik TMMD Tegal Berikan Pencerahan Pentingnya KB Demi Kualitas Keluarga

Tegal – Dengan luas wilayah mencapai 564.235 hektar, jumlah penduduk 12.295 jiwa yang terdiri dari 6.237 laki-laki dan 6.058 perempuan (3.534 KK), menjadikan persoalan tersendiri bagi Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepadatan yang mencapai 2.179 jiwa/km², juga merupakan jumlah yang cukup padat untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat. Angka itu tak terlepas dari banyaknya pasangan menikah usia dini serta kesadaran masyarakat dalam ber-KB, masih rendah.

Jumlah anggota dalam sebuah keluarga akan sangat menentukan kualitas pendidikan, melemahkan perekonomian dan memaksa remaja untuk bekerja dan tidak melanjutkan bangku kuliah, sehingga pangkalnya adalah kawin muda. Itulah yang disampaikan penyuluh, Hj. Sri Darningsih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dalam non fisik TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, yaitu kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat dan Keluarga Berencana (KB) di Aula Balai Desa. Kamis (1/8/2019).

“Dengan penyuluhan ini masyarakat disadarkan untuk membatasi pertumbuhan keluarga dan menunda perkawinan dibawah umur, sehingga menciptakan atau mengoptimalkan generasi yang telah ada lebih sehat dan berkualitas, bukan hanya sebatas alat kontrasepsi saja,” jelas Sri Darningsih.

Desa dengan mayoritas penduduk sebagai petani, buruh tani dan nelayan, menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), dengan alat kontrasepsi berupa implan, IUD/Spiral serta KB MOP bagi laki-laki, dinilai paling efektif dan aman daripada KB suntik maupun pil. Selain itu, jarak kelahiran pun harus diperhitungkan dengan baik.

Jika masyarakat mendapatkan konseling dengan tepat dan disertai dengan penjelasan yang lengkap serta mudah dipahami, maka akan semakin membuat masyarakat secara sukarela menggunakan MKJP sehingga membantu Pemkab untuk meningkatkan IPM. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.