Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Ngeyel Tak Bermasker, 49 Warga Jember Terjaring Operasi Yustisi

Loading...

JEMBER- Warga Kabupaten Jember yang nekat tidak mengenakan masker di tempat umum dikenakan sanksi. Sesuai dengan Perbub nomor 47 tahun 2020, Tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019, Jalani sidang di tempat siap terima kerja Sosial selama 1 jam.

Operasi kali pertama penerapan sanksi Perbub nomor 47, ini digelar di Traffic light pasar Tanjung dan Pengunjung Pasar Tanjung pada Senin (14/9), yang melibatkan Majelis Hakim PN Jember dan JPU Kejaksaan Negeri Jember, serta Satpol PP Kabupaten Jember, maupun jajaran Polri dan TNI.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Jember Suprapto, menyatakan, Mengingatkan Kecenderungan sebaran pandemi covid-19 masih terus meningkat dan masih mengancam kehidupan masyarakat, namun demikian masyarakat masih banyak yang tidak disiplin menggunakan masker.

“Namun kabupaten Jember tidak menginginkan pembatasan sosial bersekala besar seperti di tempat yang lain maka di Jember memberlakukan Perbub nomor 47, dalam rangka memutus mata rantai sebaran pandemi covid-19, menjatuhkan sanksi sosial,”terang Suprapto disela sela Operasi.

Jika masih nekat tidak pakai masker lanjut Suprapto, dan kejaring tim Satgas Covid-19 akan dilakukan pencatatan dan disidang yustisi di tempat, yang akan mendapatkan sanksi sosial terlebih dahulu sebelum menerapkan Pergub nomor 53 tahun 2020, dengan denda.

“Sasaran pertama terhadap perorangan dan pengelola usaha yang tidak mematuhi peraturan protokol kesesatan, menggunakan masker di tempat umum,”tandas Suprapto

Dalam giat penegakan disiplin Perbub 47 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019, kali ini kami Satpol PP dibantu oleh Hakim dari Pengadilan Negeri Jember, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember, serta Kepolisian dan jajaran TNI Kodim 0824 Jember.

Humas Pengadilan Negeri Jember, Slamet Budiono menyampaikan, sanksi itu bertujuan mendisiplinkan masyarakat. Terutama untuk melindungi diri masyarakat sendiri.

” Ini untuk mendisiplinkan masyarakat agar melindungi dirinya sendiri dengan memakai masker. Kita selama ini sudah beri kelonggaran dan masyarakat sudah bagus kesadarannya tapi ini karena ada penambahan kasus signifikan,” lanjut Slamet

Dikatakan Slamet dengan peningkatan kasus, maka tidak bisa segera masuk new normal penuh. Untuk itu perlu keseriusan dan kedisiplinan masyarakat.

”Dengan penambahan kasus signifikan dibutuhkan keseriusan untuk mendisiplinkan masyarakat. Sementara dengan penerapan Perbub nomor 47 pasal 7, sanksi teguran lisan, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan pada saat sosialisasi selama 7 hari, dan ayat (4) Sanksi Kerja Sosial selama 1 jam,”jlentreh Slamet.

Pada hari pertama penindakan tegas ini telah menjaring sejumlah 49 Warga Jember, yang tidak menggunakan masker yang tepat dan mendapatkan sanksi kerja sosial selama 1 jam (bersih-bersih pasar).

Bilamana kita mengacu dengan Pergub nomor 53 tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019, lebih berat lagi karena muncul denda sebesar Rp 250.000 untuk perorangan, sedangkan bagi tempat usaha mikro sebesar Rp 500.000 hingga 25 juta untuk denda tempat usaha besar.

Sementara Gatot Triyono, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Meminta kerjasama yang baik dari perusahaan, toko, tempat belanja untuk menerapkan betul protokol. Pengusaha diminta tidak mencari untung semata.

”Saya minta kerjasama perusahaan, toko tradisional atau modern untuk menerapkan protokol kesehatan. Jangan cuma memikirkan untung,”terang Gatot Triyono.

Sambung Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Jember, Gatot Triyono mengatakan jumlah kasus positif 671, yang masih dirawat 65 orang, sedangkan yang meninggal 48 orang, kasus suspek 61 orang (PDP dan ODP).  (Tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.