Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : 0822-8166-4736

Modus Minta Sumbangan, Petugas Amal Palsu Diamankan Polisi

Loading...

JEMBER – Kepolisian Sektor (Polsek) Semboro Kabupaten Jember mengamankan seorang pelaku penipuan dengan modus berpura-pura sebagai petugas amal, Kamis (7/5). Aksi kejahatan tersebut rupanya dijadikan pekerjaan sehari-hari oleh pelaku dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Ulah pelaku yang bernama Agus Triono (30) warga Dusun Krajan Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari, kali ini kena batunya.Dia ditangkap warga saat meminta amal di rumah Sudi, Dusun Jatian Desa Pondok Dalem Kecamatan Semboro.

Selain telah mengamankan pelaku, polisi juga telah menyita barang bukti milik korban yang digunakan untuk melakukan tindak kejahatan ini, yakni, 1 lembar surat proposal/mandat tertera nama Yayasan Ponpes Sirojul Anwar Desa Pecoro kecamatan Rambipuji yang diakui pelaku membuat sendiri di warnet.Ditambah, 1 buah Buku Tulis besar terdapat Rekap penerimaan amal, uang tunai sebesar 458 ribu rupiah dan 1 buah ballpoint hitam.

Terkait ungkap kasus ini, Kapolsek Semboro Iptu Fathur Rahman SH menuturkan, pelaku diamankan warga saat bertamu di rumah korban dan mengaku sebagai petugas pemungut sumbangan amal untuk kegiatan pengajian dalam rangka Haul Habib Sholeh Tanggul.

“Dia mengatakan minta sumbangan karena diberi mandat oleh keluarga habib sholeh, untuk digunakan acara haul,” ujarnya.

Fathur mengungkapkan, awalnya korban merasa curiga dan kemudian menyimpulkan, jika hal ini hanya akal-akalan pelaku saja. Sebab sudah banyak diketahui orang maupun korban, jika kegiatan haul Habib Sholeh Tanggul yang di selenggarakan rutin setiap tahun, kini telah ditiadakan atau ditunda karena adanya wabah korona.Namun masih saja ada orang yang meminta sumbangan untuk kegiatan tersebut.

“Secara kebetulan pelaku minta uang kepada anggota jamaah dari Habib Sholeh sendiri.Makanya korban kaget langsung ditangkap oleh warga dan diserahkan pihak kepolisian,” terang Fathur.

Pelaku mengaku, perbuatan berpura-pura sebagai petugas amal dengan meminta sumbangan kepada masyarakat sudah berlangsung lama dilakoninya, sambil berkeliling keberbagai wilayah.

“Ternyata dia kerjanya keliling dengan menipu berpura-pura meminta sumbangan amal kepada masyarakat, ” kata Fathur.

Dari aksi tipu-tipu tersebut, jelas Fathur, hanya bermodalkan sebuah amplop besar berisikan surat mandat, proposal dari yayasan ataupun pondok pesantren yang dibubuhi tanda tangan lengkap dengan stempelnya, pelaku bisa meraup keuntungan yang cukup lumayan banyak.Dalam sehari saja Ia mengaku bisa mendapatkan uang senilai 2 ratus hingga 3 ratus ribu rupiah.

“Namun tentunya tanda tangan dan stempelnya palsu, yang dibuat sendiri oleh pelaku dan uangnya untuk kepentingan sendiri,” ungkapnya.

Fathur menghimbau, di bulan Ramadhan ini memang banyak orang yang menarik bantuan sosial, dan kesempatan ini sering disalah gunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadinya.

“Untuk masyarakat agar berhati-hati dalam beramal dan lebih selektif dalam memberikan bantuan kepada orang yang tidak jelas,” pesan Dia. (tahrir)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.