Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Minim di Medsos, Publikasi TMMD Reguler Brebes Angkat Potensi Wisata Jembatan KA Kali Belang

Loading...

Brebes – Ada satu bangunan yang unik peninggalan sejarah penjajahan Belanda di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yaitu sebuah jembatan rel kereta api yang berbeda dengan jembatan-jembatan kereta api lainnya di Indonesia.

Secara arsitektur, jembatan ini memiliki panjang 100 meter dengan ketinggian kurang lebih 50 meter, terdapat 22 tiang/saka penyangga yang kokoh berbentuk seperti tangga. Dibangun Belanda mulai tahun 1890-1914, dengan dilengkapi 10 buah tempat persinggahan/pengaman orang dari besi, saat ada kereta api yang lewat.

Untuk letaknya berjarak 3 kilometer dari Stasiun KA Bumiayu ke arah Stasiun Linggapura/Prupuk, berada di perbatasan antara Dukuh Karangasem dengan Dukuh Kalipucung, Desa Galuh Timur.

Dikemukakan Ketua Pokdarwis Kampoeng Purba Galuh Timur, Sertu Ali Mahfur, Babinsa setempat dari Koramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, disebut Jembatan Kali Belang karena di bawahnya terdapat sungai atau kali yang bernama Kali Belang.

“Warga disini juga menyebut bangunan sejarah perang kemerdekaan ini dengan nama Jembatan Cinta, karena terdapat sepasang tiang di tengah-tengah jembatan yang disebut saka kembar atau saka pengantin,” bebernya, Kamis (17/9/2020).

Dijelaskannya lanjut, saka pengantin itu terdapat jarak atau terputus kurang lebih 25 cm, sehingga jembatan tersebut tidak sepenuhnya terhubung sepanjang 100 meter.

“Dibawah jembatan juga dibangun jembatan kayu selebar 1 meter “Jembatan Krapyak” sekitar tahun 1927, yang digunakan para pejalan kaki untuk berbagai aktivitas, termasuk anak-anak sekolah dari Dukuh Kalipucung untuk menuju Madin Taalumusibyan di Dukuh Karangasem,” imbuh putra daerah asli Galuh Timur itu.

Di sekitar lokasi juga terdapat beberapa warung milik penduduk setempat, untuk tempat beristirahat para wisatawan yang berkunjung.

“Jembatan Kali Belang peninggalan Belanda, masih digunakan atau beroperasi hingga saat ini dan disebut jalur hulu, untuk kereta api dari arah Cirebon menuju Purwokerto,” tandasnya.

Demi kelancaran arus kereta api, pada tahun 2010, PT. KAI membangun jembatan baru sebagai jalur hilir, yaitu dari sebaliknya.

Karena berada di ketinggian tersebut maka jembatan ini memiliki pemandangan yang sangat bagus dari atas jembatan, sehingga patut untuk dikunjungi.

Ali berharap, melalui publikasi TMMD Reguler 109 Kodim Brebes yang sedang melaksanakan pembangunan di desa tetangganya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu itu, diharapkan salah satu dari sejumlah potensi pariwisata sejarah di desanya itu lebih dikenal public sehingga menjadi daya tarik wisatawan.

“Terima kasih kepada media yang telah membantu mempublikasikan Jembatan Kali Belang yang merupakan salah satu potensi di desa saya,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebagai tambahan referensi wisata, di Galuh Timur juga terdapat Situs Purbakala yang usianya 1,8 juta tahun dan lebih tua dari situs yang ada di Sangiran, Sragen (1,5 juta tahun).

Situs ini mengarah kepada bukti keberadaan manusia purba Homo Erectus Arkaik dan berbagai flora maupun fauna yang usianya berkisar 2 juta tahun lebih. Selain itu juga ada obyek wisata Candi Gagang Golok yang diperkirakan peninggalan kerajaan Pajajaran, Situs Gajah Wong, dan Makam Dawa (makam panjang).

Jika masih kurang, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dari Desa Galuh Timur untuk menuju Dukuh Maribaya, Desa Kalinusu, untuk mengunjungi Eduwisata Kandang Pelangi, yaitu ladang pengembalaan ternak sapi Jabres (Jawa-Brebes) seluas 104 hektar, termasuk agrowisata pertanian terpadu Maribaya seluas 250 hektar, dan menjajal route off road Maribaya. (Aan/Red)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.