Meski di PHK, Karyawan PTP. Mitra Ogan Memuji Manajemen Perusahaan

Baturaja – Perusahaan perkebunan sawit PTP. Mitra Ogan  (PT.MO), memutuskan hubungan kerja pada 572 karyawannya.  Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan keuangan perusahaan. 

Saat dikonfirmasi media, manager PT. MO, Holifah Rosidy, ST membenarkan perihal tersebut, demi efisiensi, namun pengurangan karyawan tersebut telah melalui proses dan prosedur yang sesuai UU tenaga kerja no 13 tahun 2003, serta hasil mediasi dan pendampingan dari Dinas Tenaga Kerja, SPSI, SPMO, bahkan pada saat rapat mediasi, pihak Disnaker memuji cara PT. MO melakukan proses PHK yang sangat menghargai hak-hak karyawannya. Minggu (28/07/2019).

Bahkan saat rapat mediasi bersama pihak Disnaker,SPSI,SPMO mereka sangat memuji PT.MO dalam penyelesaian masalah ini dengan sangat memperhatikan hak-hak karyawan,tambah holipah.

Dii tempat berbeda ketua Serikat Pekerja Mitra Ogan, Romzoni kepada media ini mengatakan, proses PHK sudah sesuai mekanisme, makanya banyak karyawan yang ikut minta di PHK dan Kami SPMO akan pantau proses ini, jika nanti ada hak-hak karyawan yang belum terpenuhi,maka akan dikoordinasikan ke pihak management,

“Kami SPMO memuji proses ini karena semuanya sesuai Prosedur dan karena proses yg sesuai prosedur inilah makanya banyak Karyawan yang ikut mengajukan untuk di PHK ini,namun jika nanti masih ada hak-hak mereka yang belum terpenuhi,entah itu kesalahan hitung,dll maka kami akan koordinasikan ke pihak manajemen.” Terang Romzoni.

Sementara beberapa karyawan mengaku senang dan puas dengan perlakuan perusahan. setelah tak bekerja, mereka berencana membuka usaha sendiri bermodalkan pesangon dari perusahaan. (elvis)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.