Menteri ATR Serahkan Sertifikat Redistribusi Bekas HGU kepada Petani Mangli Kediri

Kediri – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto menyerahkan sertifikat redistribusi objek konflik agraria yang berasal dari tanah bekas hak guna usaha (HGU) PT Mangli Dian Perkasa yang telah berakhir masa berlakunya 2020.

Dalam kesempatan itu, petani tergabung dalam Paguyuban Mangli Bersatu memperoleh 20% dari keseluruhan luas HGU yaitu sekitar 60 hektar dari luas total sekitar 300 hektar.

Hal ini merupakan ketentuan dalam PP No 18 Tahun 2021. Sebanyak lebih dari 200 sertifikat diberikan kepada petani.

Ketua Paguyuban Mangli Bersatu, Sasminto menyampaikant erimakasih kepada Menteri ATR dan Presiden Jokowi, mengingat perjuangan selama bertahun-tahun akhirnya kami memperoleh sertifikat.

Lanjutnya, menuturkan mereka sebelumnya adalah para buruh yang bekerja pada perkebunan swasta PT Mangli, mereka dulu dibayar tidak manusiawi dan kehidupannya sangat susah.

Dalam perjuangan menyelesaikan konflik agraria dari bekas HGU, petani didampingi oleh Yayasan Gema PS Indonesia. Rozikin, Ketua Gema PS Indonesia mengatakan bahwa proses penyelesaian konflik agraria di Mangli ini tidak mudah.

“Prosesnya sangat alot. Walau pun Pak Menteri sudah hadir ke lokasi, tetap proses lapangan sangat alot,” katanya, Kamis (01/02).

Dalam penyelesaian konflik agraria di bekas HGU PT Mangli telah dilakukan serangkaian mediasi panjang sejak Juni 2022. Bahkan untuk penentuan lokasi redistribusi saja, hingga dilakukan 2 kali peninjauan lapangan oleh Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal Penataan Agraria, sebelum akhirnya ditetapkan alokasi areal yang diberikan kepada petani.

“Gema mengapresiasi kinerja Kementerian ATR, khususnya Bapak Menteri Hadi Tjahjanto.” Katanya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada 21 Juni 2022 Menteri ATR, Hadi Tjahjanto didampingi Gema PS, melakukan kunjungan ke Mangli dalam rangkaian kunjungan lapangan pada lokasi konflik agraria di minggu pertama sebagai Menteri ATR. Ketika itu Menteri menyatakan bahwa perpanjangan HGU PT Mangli tidak akan diberikan, dan Kementerian ATR akan mengalokasikan lahan untuk petani penggarap. Saat ini 1 tahun 8 bulan atau 20 bulan paska kunjungan Menteri ATR, akhirnya konflik agraria dapat diselesaikan dengan pemberian sertifikat hak atas tanah bagi petani penggarap.

“Alhamdulillah sekarang pemerintah memberikan tanah. Semoga bisa untuk kesejahteraan petani dan anak cucu,” imbuh Sasminto. (Rd)

Ruangan komen telah ditutup.