Mengunjungi Tambak Udang PT DPP

Kincir Berfungsi Sebagai Sumber Oksigen
Kincir Berfungsi Sebagai Sumber Oksigen

NusantaraTerkini.Com, KAUR – Tambak Udang PT Dua Putra Perkasa Pertama (DPP) menjelma menjadi pioner kegiatan budidaya udang di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Kaur. Mendengar ini Crew NusantaraTerkini.Com terpanggil untuk melihat langsung seperti apa pengelolaan dan manajemen perusahaan tambak udang terbesar di Bumi Se’ase Sehijean tersebut. Berikut Liputannya!

Kontributor NusantaraTerkini.Com Untuk Kaur

Dari Kota Bengkulu menuju Desa Muara Mulya Kecamatan Maje Kabupaten Kaur memakan waktu 5 hingga 6 jam. Namun hal itu tidak mengurungkan niatan Crew NusantaraTerkini.Com untuk membuktikan ‘kabar burung’ mengenai Tambak Udang Dua Putra.

Setibanya disana, kami disambut ramah sang Manager, Adi Sutejo. Kesan awal pertama kami, bukan terletak pada keramahan pihak DPP menyambut kami. Namun suasana adem melihat puluhan tambak udang yang berjejer rapi dan berada hanya sekian meter dari bibir pantai.

Ternyata, tidak jauh dari lokasi Tambak, terlihat Pantai Way Hawang dengan Batu Jungnya yang mempesona.

Didampingi Adi beserta karyawannya, kami diajak berkeliling Tambak. Sang Manager pun tampak sabar menjawab banyaknya pertanyaan dari Jurnalis NusantaraTerkini.Com. Mulai dari seperti apa mengelola tambak udang yang baik, sistem manajemen perusahaan, hingga proses berdirinya perusahaan hingga ke pembuktian bahwa PT DPP sangat ramah lingkungan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang budidaya Tambak Udang, PT DPP menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan mematuhi regulasi serta ketentuan yang berlaku. Berdiri dengan landasan transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

PT DPP mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan, karyawan dan masyarakat. Sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga karyawan dan juga masyarakat, khususnya warga setempat.

“Kita juga mengembangkan budaya peduli lingkungan dengan melakukan upaya-upaya yang nyata,” kata Adi.

Disadari betul jika perusahaan ini berdiri di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Karena itu pihak perusahaan peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat rutin dilaksanakan, seperti pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagaaman. Bahkan Masjid yang ada di Desa Muara Jaya dan rumah ibadah lainnya, PT DPP punya andil besar disana.

Tambak Udang Dua Putra untuk sementara terdiri dari beberapa kolam dengan ukuran rata-rata 2.700 m2, dilapisi plastik HDPE (Mulya) dengan menggunakan kincir sebanyak 15 set per kolam, dikelilingi dengan siringan (Inlet) dan pembuangan (Outlet) yang sudah ada jalurnya sendiri. Setiap kolam mampu menghasilkan udang segar hingga 15 ton lebih.

Adapun cara budidayanya, menggunakan sumber air laut, dialirkan dengan pompa elektrik yang disalurkan ke siring (Inlet) disalurkan ke kolam, untuk penggurangan air disediakan standpep. Untuk kualitas air tak perlu diragukan lagi, selain selalu dijaga kebersihannya, juga diperiksa dengan alat Laboratorium.

Sementara kotoran atau sampah yang dapat mengakibatkan pencemaran dini segera disingkirkan dari area Tambak. Masing-masing Tambak kurang lebih ditaburkan benur sebanyak 800 ribu ekor dengan masa panen 3-4 bulan, untuk menyiasati kepadatan udang dalam kolam dilakukan total 2-3 kali panen parsial sebelum panen Total, berfungsi untuk menjaga kelonggaran dalam kolam.

Selesai panen pembersihan dan perawatan alat-alat yang digunakan dilakukan agar tidak terkontaminasi dengan kotoran yang bisa berdampak dengan penyakit. Setelah itu persiapan kolam yang habis di panen difungsikan lagi, setelah semuanya bersih, diisi air kembali untuk persiapan budidaya berikutnya. [Bersambung]

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.