Terbit : 30 Agustus, 2019 - Jam : 15:50

Mengenal Sudiyo, Si Maniak Gerak Jalan Tajemtra

Loading...

JEMBER – Sosok Sudiyo (71), warga Letjen Suprapto Kebonsari, terbilang langka. Meski tak muda lagi, ia mengaku selalu tertantang disetiap event gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra).

Rupanya, keikutsertaannya dalam lomba Tajemtra atau lainnya diikutinya sejak muda. Bahkan, olahraga jalan sehat ia jadikan sebagai bagian dari gaya hidupnya.

“Saya nggak pernah meraih trofi, hanya sertifikat penghargaan saja,” ungkapnya, Jumat (30/8/2019).

Padahal, Sudiyo tercatat sudah puluhan kali ikut lomba, 3 kali di era Bupati Abdul Hadi (1975), 2 Supono (1980), 3 Suryadi (1986), 5 Priyanto Wibowo (1989), 4 Winarno (1994), 5 Samsul Hadi Siswoyo (2000), 8 MZA Jalal (2005) dan 4 kali di masa kepemimpinannya, Bupati Faida.

“Pernah saya tiga kali ikut gerak jalan begini, event Watu Ulo-Ambulu (Watam). Juga Maesan-Bondowoso (Mabun) 1996 dan Kemiri-Panti,” kenangnya.

Pensiunan PNS Lapas Kelas II A Jember ini mengatakan, Tajemtra bagian dari pikiran dan tubuhnya. Selain bermanfaat untuk kesehatan, juga dapat mempererat persaudaraan yang kuat.

“Hormati jasa pahlawan, oleh karenanya wajib siapa saja peserta jalan sehat Tajemtra berpakaian sopan. Orang sopan selalu menghormati dirinya sendiri,” ujarnya.

Sudiyo menambahkan, tahun-tahun sebelumnya, para peserta Tajemtra selalu mengikutinya dengan teratur, tertib dan sampai di garis finish. Namun, saat ini terasa sedikit berbeda dari biasanya.

“Adanya penggembira bertindak jalan sendiri-sendiri, berhenti di setengah perjalanan dan tidur. Kiranya panitia hal-hal seperti ini ditertibkan, apalagi seingat saya sudah terjadi semenjak 2000-an,” keluhnya.

Sementara Kepala Dispora Jember, M Thamrin menjelaskan, tahun ini jumlah peserta yang ikut lomba Tajemtra mencapai lebih 10 ribu. Angka luar biasa, untuk ukuran lomba gerak jalan sehat kelas.

“Tim beregu pelajar memang berkurang, tapi untuk beregu umum banyak sekali, yang jelas pesertanya 10 ribuan ke atas,” tuturnya.

Kadispora mengatakan, sebanyak 761 personel pengamanan diturunkan untuk acara Tajemtra. Hal itu dilakukannya untuk menciptakan sebuah event yang sukses dan memuaskan warga masyarakat

“Selain itu, kegiatan ini turut menyediakan perlindungan asuransi gratis bagi peserta Tajemtra. Namun, mudah-mudahan tidak ada kecelakaan, karena di setiap pos disediakan tempat istirahat,” tutupnya. (Abdus Syukur)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.