Terbit : 29 Agustus, 2019 - Jam : 14:03

Menabur CSR Menuai Proper

Loading...

ACEH TAMIANG – Kiprah Pertamina Eksploitasi dan Produksi (PEP) Asset 1 Rantau Field tetap berkomitmen membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat serta aspek aspek bidang lingkungan yang berkelanjutan. Bertujuan meningkatkan capacity building yang berwawasan lingkungan dalam sendi perekonomian tingkat grassrooth di area eksploitasi dan produksi PEP Aset 1 Rantau Field, di kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh.

“Kita tetap berkomitmen membangun pondasi sendi sendi ekonomi masyarakat, lalu merestorasi bidang lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang ada, dengan tidak metubah dan merusak tatanan yang sudah ada melalui program Coorporate Social Respinsibility (CSR),” tegas Arsy Rakhmanissazly, CSR Staff PT PEP Asset 1 Rantau Field, kepada nusantaraterkini.com, Kamis (29/8/2019) pagi tadi di ruang kerjanya.

Dilokomotipi oleh Coorporate Social Responsibility (CSR) PEP memulai babaknya. Dari penanaman ratusan ribu pohon mangrove (Rizophoraceae) dipesisir Aceh Tamiang, menciptakan Green School untuk SLTA dikecamatan Bendahara dalam menjaga keseimbangan lingkungan yang sustainable sebagai benteng menjaga abrasi pantai. Penanaman bambu perdu, peruntukan upaya penyerapan dan pengurai partikel berat dari hasil exploitasi minyak dan gas, seperti limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3), upaya penyeimbangan pengolahan limbah.

“PEP merestorasi lahan lahan yang telah rusak, akibat dekgardasi laut dan pencurian hutan mangrove oleh orang orang yang tidak bertangungjawab. Kami melalui CSR merasa terpanggil untuk merenovasi kerusakan lingkungan yang berkelanjutan”, katanya.

Banyak produk CSR yang dihasilkan, diantaranya membina peternakan ikan lele di desa Tanah Berongga, kecamatan Karang Baru, anyaman Tepas dari limbah batang daun sawit di desa Paya Bedi, kecamatan Kota Kualasimpang. Membangun Ruang Kegiatan Belajar (RKB), di Yayasan Merdeka, desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Tak hanya itu, Bantuan buku belajar juga yang sesuai dengan kurikulum dipasok PEP Asset 1 Rantau Field.

Menariknya, melalui kegiatan CSR itu, Pertamina EP membuat riset tentang pemanfaatan pohon kedondong pagar dirubah menjadi energi listrik alternatif, peruntukan yayasan Merdeka, Masjid dan warga desa Tampur Paloh (desa terpencil dipedalaman kabupaten Aceh Timur), kini sudah lega, mereka bisa menikmati listrik buah karya Pertamina EP.

Senyum gembira terpancar jelas diwajah Hari Widodo, Field Manager PEP Asset l Rantau Field, sebab mampu mempertahankan proper emas empat kali secara berturut turut. Proper Emas adalah penghargaan tertinggi dari presiden yang diberikan kepada perusahaan yang berhasil dalam membangun manfaat bagi bangsa Indonesia. Agaknya untuk mempertahankan proper emas tersebut sangat beralasan, sebab komitmen PEP Asset 1 Rantau Field konsen dibidang pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah produksinya.

Apalagi saat tiga orang dewan penilai proper emas pusat, diantaranya Darwina Widjayanti dan Agnes Aristiarini (Dewan Proper) serta Erlangga (Sekretaris Proper KLHK RI), dengan didampingi jajaran BOD. Melihat dan menilai peningkatan dan inovasi apa ang sudah dilakukan PEP Asset 1 Rantau Field.
Lagi lagi Hari Widodo sumringah, didampingi Arsyi. Dia menceritakan bahwa; Dewan Penilai Proper saat itu, disambut jajaran Pertamina EP Asset I Jambi dan segenap jajaran Pertamina EP Rantau Field, dan pejabat Pemkab Aceh Tamiang.

Kedatangan sejumlah penilai Proper ke Pertamina Rantau, guna melihat langsung capaian program-program corporate social responsibility (CSR) yang berhubungan langsung dengan lingkungan hidup di sekitar perusahaan, termasuk pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Disamping itu, Arsyi menambahkan; Tim proper pusat saat itu, mendatangi Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) Rantau. PPMP Rantau yang didirikan sejak 2013 lalu merupakan wadah pembelajaran bagi masyarakat untuk melakukan beragam inovasi dan pengembangan SDM sesuai bidangnya masing-masing tanpa dipungut biaya.
Dilahan PPMP tersebut, tim Proper meninjau sejumlah tempat seperti pemijahan kolam ikan lele, komoditas tanaman pertanian, budidya jamur tiram, kerajinan tangan, dapur olahan makanan dari jamur dan lele, serta tanaman pohon kedondong hutan sebagai pengembangan energi listrik yang saat ini risetnya dipusatkan di Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Tim Proper tampak kagum dan serius ketika berdialog dan menyimak paparan dari Koordinator PPMP Rantau, Andri Pri¬wanda dan staf CSR PT Pertamina EP Rantau Dedi Zikrian yang men-jelaskan secara rinci pengelolaan PPMP hingga eksis sampai sekarang serta mampu menelurkan segudang prestasi.

“Saat ini, sedikitnya ada delapan kelompok binaan PPMP yang telah berhasil mengembangkan usahanya dan mampu mandiri dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” terang Arsyi.

Di sisi lain, banyak masyarakat yang telah dibina melalui gemblengan PPMP hingga mampu mandiri menjadi wirausaha di bidang UKM. “Kerja sama Pertamina dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sangat erat kaitannya dalam memajukan perekonomian masyarakat di daerah ini. Terutama yang menyangkut dengan capacity building,” ungkapnya.

Ada sejumlah tempat yang akan dinilai menyangkut pengelolaan lingkungan di area operasional perusahaan, yakni budidaya jamur tiram di Desa Suka Ramai, budidaya ikan lele di Tanah Berongga, anyaman tepas di Desa Paya Bedi, kerajinan bordir di Desa Alur Manis dan pembangkit energi listrik alternatif dari pohon kedondong hutan sekaligus peningkatan mutu pendidikan melalui program “Siekula Aneuk Nanggroe” di Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Pihaknya sangat optimis bisa mendapatkan kembali Proper peringkat emas tersebut karena sejauh ini konsistensi PT Pertamina EP Field Rantau selain eksplorasi produksi migas juga dibarengi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial lainnya di sekitar lingkungan perusahaan yang dilakukan secara berkelanjutan sesuai visi Pertamina EP, ‘Tumbuh Bersama Lingkungan’. (Syawaluddin)

Loading...
Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.