Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Mempelai Wanita Menghilang Saat Ketahui Pasangan Terpapar Covid-19

Loading...

Gugus tugas Covid-19 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember terpaksa harus melakukan tracking rapid test kepada 47 warga, usai mengikuti acara pertunangan beberapa hari yang lalu oleh keluarga kedua mempelai di desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari, yang disinyalir mereka telah menjalin kontak dengan mempelai pria terkonfirmasi positif COVID-19 warga Desa Wringinagung Kecamatan Jombang.Minggu, (19/7).

Kegiatan rapid test yang digelar di Puskesmas Umbulsari pada Sabtu kemarin, mengetahui pria yang bakal menjadi pendamping hidupnya terkonfirmasi virus korona, seketika mempelai wanita menghilang.

Hingga kini mempelai wanita belum diketahui keberadaannya.Saat ini tim gugus tugas covid-19 Umbulsari sedang berupaya mencari dimana wanita asal Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari ini berada.

Sedangkan dari pihak keluarga kedua mempelai yang mengikuti acara pertunangan, petugas telah melakukan rapit test kepada 47 orang.Hasilnya 5 diantaranya dinyatakan reaktif.Maka saat itu juga mereka langsung menjalani swab dan sembari menunggu hasil swab keluar, kini kelimanya diisolasi ke RSU Soebandi Jember.

Kepala Desa Wringinagung Afif Fathurrohman kepada NusantaraTerkini.com membenarkan, jika pasien Covid-19 mempelai pria adalah warganya.Katanya, yang bersangkutan diduga tertular dari salah satu keluarganya yang baru datang dari Surabaya, pulang untuk menghadiri acara tunangan yang bersangkutan.

“Keluarga dari Surabaya pulang kemudian sakit dirawat di RS lumajang ternyata positif, yang tunangan reaktif langsung dibawa ke RS jember dan hasil swab positif, ” terang Pak Rom panggilan sehari-hari.

Kepala Desa yang juga aparat TNI AL ini mengungkapkan, jika 5 orang yang menjalani swab kesemuanya dari pihak mempelai laki-laki, sedangkan mempelai wanita belum bisa dilakukan rapid test, karena saat hendak diperiksa oleh petugas menghilang dan hingga kini belum juga diketemukan.

“Mempelai perempuan menghilang belum ketemu kita nyari juga, ” ujarnya.

Plt Camat Umbulsari Nurul Mausuf menuturkan, rapid test kepada 47 warga ini merupakan tindak lanjut setelah ada kegiatan pertunangan antara warga Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari dengan warga Desa Wringinagung Kecamatan Jombang karena telah menjalin kontak dengan mempelai pria, yang disinyalir seorang pasien terkonfirmasi COVID-19.

“Oleh karenanya untuk antisipasi agar warga kita tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dan tidak terjadi klaster baru di kecamatan umbulsari, maka kami dari gugus kecamatan umbulsari mengambil langkah melakukan rapid test terhadap orang orang yang kemarin itu bersama kegiatan kemantenan yang ada di Mundurejo atau di Wringinagung, ” kata pengganti Camat Umbulsari yang baru saja Almarhum.

Hal ini, terang Nurul, merupakan wujud upaya dari Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Umbulsari agar masyarakatnya tidak terpapar virus asal Wuhan ini.Selain itu, untuk menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa kegiatan pesta atau apapun yang melibatkan orang banyak, dimasa pandemi yang belum reda ini, dikhawatirkan terjadi penyebaran virus dari orang yang terjangkit covid-19.

“Harapan kita orang yang ikut dalam kegiatan itu semua terkontrol, sehingga tidak sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan, ” pungkasnya. (tahrir)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.