Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Melanggar PSBB, 5 Tempat Usaha Disegel Satpol PP Tangerang

Loading...

Tangerang Nusantara Terkini.com – Penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan penyebaran Covid 19 – Virus Corona terus kita lakukan mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Selama dua pekan ke depan.Diperpanjang mulai tanggal 24 Agustus sampai 6 September 2020,” ungkap Kepala satuan Polisi pamong praja (Kasatpol PP) Bambang Mardi Santosa, Minggu (23/8/20).

“Kegiatan Pengawasan dan monitoring kesejumlah tempat usaha terus akan kita tingkatkan berdasarkan Keputusan perpanjangan masa PSBB setelah Gubernur Banten Wahidin Halim menggelar rapat evaluasi pemberlakuan PSBB, dilakukan secara daring bersama sejumlah kepala daerah atau Pemerintah Kabupaten Tangerang, tutur beliau

Menurut Bambang, Selama PSBB terakhir angka positif Covid19 tercatat kembali mengalami peningkatan, untuk itu keseluruhan petugas Satpol PP dikerahkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona ke sejumlah tempat usaha agar mematuhi, protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.sambung nya.

Ia menambahkan, kegiatan pengawasan PSBB masa transisi akan terus disosialisasikan.Kegiatan ini sesuai Pergub Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor : 20 Tahun 2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, terang nya

“Peraturan Bupati (Perbub) Tangerang Nomor: 47 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Tangerang Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Wilayah Kabupaten Tangerang

Kegiatan hari ini kata kasatpol, Pengawasan ke wilayah Kecamatan Cikupa dan Panongan melakukan Penyisiran ke beberapa Titik Tempat Usaha Hiburan dan Aktivitas Masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, tandas nya.

Semantara Kepala Bidang Penegakan Perda Sumartono Menerangkan, kegiatan Pengawasan dan monitoring untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona – Covid 19 Petugas satpol PP yang kami kerahkan dalam satu hari inj, sekitar 80,- orang personel dan dibagi dalam tiga sif,” tukas nya.

Pada kegiatan hari ini, Temuan di Tempat Usaha Massage Carolita Makmur Mandiri (CMM) Beralamat Ruko Mardi Grass di Kecamatan Panongan, terjaring pegawai Terapis sebanyak 3 Orang dan ada yang sedang melayani Pengunjung sebanyak 1 Orang di dalam Kamar, uangkap nya.

Sumartono memaparkan, Ditempat Message itu, juga ditemukan adanya 2 Alat Kontrasepsi di pegang terafis kemudian pihak Pengelola Tempat Massage tidak dapat menunjukan Dokumen Perijinan, jelasnya.

“Anggota Satpol PP juga menyasar ke tempat Massage Top Bugar Lestari
Alamat Ruko Mardi Grass kecamatan panongan sedang beroperasi, namun dilokasi itu hanya terdapat 4 (empat) orang pekerja Therapis dan 1 (satu) orang sebagai pengelola namun tidak Ada pengunjung dilokasi, terang nya.

Sumartono menambahkan, Kemudian tempat usaha Massage jaya Refleksi alamat Ruko Mardi Grass kecamatan panongan, pengelola juga tidak dapat menunjukkan Dokumen perijinan tempat usaha nya.

“Dengan keterbatasan anggota, kita melakukan Pendataan terhadap 8 Orang yang sedang berada di Pujasera dan di duga sebagai karyawan salah satu tempat usaha masage Bambu Spa.namun posisi bambu Spa tampak keadaan tidak beroprasi,sambung nya.

Tindakan serius berlanjut, Pemantauan di depan Cafe Toba yang informasi masyarakat selalu buka saat malam , akan tetapi monitoring pada pukul 23.15 wib tim, berada di depan Cafe tersebut dalam keadaan tutup dan tidak ada aktivitas .

Untuk mengelabui Petugas, situasi dan kondisi tempat usaha di Ruko mardi gras beroperasi secara terselubung atau terlihat tutup, tetapi didalam ada kegiatan atau beroperasi dan menerima tamu.

Sumatono mengakui, Untuk tempat usaha mardi gras, Petugas tidak dapat memaksa membuka, karena pintu dalam keadaan di gembok atau di kunci, kemungkinan oprasi penindakan telah diketahui oleh sejumlah tempat usaha tersebut.

“Dengan Terbatasnya Tim selama pelaksanaan Pengawasan, Ada beberapa tempat usaha sudah mengetahui dan berpura – pura menutup tempat hiburan dan masage, sehingga kita hanya dapat melakukan Pemasangan Penyegelan sebanyak 5 Lokasi Tempat Usaha yang terjaring pada hari ini, ucap nya.

Sumartono menegaskan, Tindakan yang di lakukan, di 5 (lima) tempat usaha itu, di pasang stiker segel, atau penutupan tempat usaha dan menyampaikan Perbub, 47 Tahun 2020 Tentang PSBB dan Perda 20 Tahun 2004 Tetang Ketentraman dan Ketertiban Umum kemudian Perda, 6 Tahun 2014 Tentang TDUP, lanjut nya.

Kita juga sampaikan langsung Kepada Penanggung Jawab di 5.(lima) tempat itu, untuk tidak beroperasi karena melanggar Perbup dan perda.tutup nya. (Man)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.