Wartawan Nusantaraterkini.com Terdaftar di Box Redaksi, Untuk Bergabung menjadi wartawan seluruh indonesia Hubungi : +62 822-8273-3432

Mbah Kanem Juga Hibahkan Tanah Untuk Jalan TMMD ke Curug Nangga Banyumas

Loading...

Banyumas – Pembangunan akses jalan beton 1,8 kilometer lebar 3,75 meter, di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menuju Obyek Wisata Curug Nangga Petahunan, yang dilakukan lintas sektoral melalui TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, jelas akan membawa manfaat bagi masyarakat majemuk profesi.

Baik itu wisatawan yang akan mendapatkan kemudahan akses, para petani setempat untuk mengangkut hasil bumi, maupun masyarakat banyak yang berjualan apa saja di air terjun tingkat tujuh Curug Nangga.

Dibalik mulusnya jalan setebal 20 centimeter itu, ada sejumlah masyarakat setempat yang menghibahkan tanahnya untuk pelebaran jalan yang dulunya setapak dan hanya menuju sawah atau ladang penduduk Petahunan.

Dia adalah Mbah Kanem (75), warga Dukuh Semingkir RT. 02 RW. 03, Petahunan.

Dijelaskan Serka Joko Arif Nugroho, Babinsa Semedo, Koramil 15 Pekuncen, Kodim Banyumas, anggota Tim Jurnalistik TMMD Reguler 108 Banyumas, bahwa nenek tersebut menghibahkan tanahnya kurang lebih 2 are atau 200 meter persegi.

“Mbah Katem menyatakan ikhlas dan malah senang sekali dapat beribadah demi kebaikan semuanya, dan bagi kesejahteraan anak dan cucunya kelak,” ucapnya, Minggu (26/7/2020).

Menurutnya juga, keindahan hati nenek di sisa umurnya itu patut menjadi inspirasi bagi semua orang, yaitu berbuat kebaikan bagi sesama dan hanya mengharap pahala.

“Tapi pengorbanan Mbah Kanem tidak sia-sia, walaupun beliau kehilangan tanah 2 are, namun sisa tanahnya saat ini jelas harganya akan berkali-kali lipat dan bahkan melebihi harga tanahnya keseluruhan,” tandasnya.

Terpisah, dijelaskan Sekdes Petahunan, Sukmono (37), selain Mbah Kanem, sejumlah warganya di Dukuh Semingkir RT. 05 RW. 03, yang juga hibah tanah adalah Mbah Sahid (82) petani (20 x 3 meter), kemudian putrinya yaitu Rukhyati (47) seluas 2 are atau 200 meter persegi, Ribut (56) sepanjang 25 x 3 meter, dan juga Rasmi (50), secuil tanah yang berukuran panjang 10 meter dengan lebar 10-50 centimeter untuk pembuatan talud. (Aan/Red)

Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.