Masyarakat Desa Wae Sano Tolak Eksploitasi Geothermal

Loading...

Labuan Bajo – Masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Wae Sano Kecamatan Sano Nggoang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR dan Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/02/20). Aksi ini merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap proyek eksplorasi Geothermal Wae Sano yang dikelola oleh PT. PT Sarana Multi Infrasruktur (SMI).

“Kami warga Wae Sano tetap menolak rencana tersebut. Kami keberatan dengan pengeboran itu, karena itu akan menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan kami,” ujar Yosef Erwin Rahmat, mewakili masyarakat Sano.

Pemkab Manggarai Barat sebelumnya melakukan sosialisasi pada 10 Februari 2020. Rencananya pengeboran akan dilaksanakan di Kampong Nunang, Lempe dan Dasak. Wae Sano adalah salah satu titik dari 16 titik tersebar di pulau Flores yang ditetakan sebagai pulau panas bumi oleh kementrian energy dan sumber daya mineral (ESDM) dalam surat keputusan Nomor 2268 K/0/MEM/2017.

Sebagai pelaksana, PT Sarana Multi Infrasruktur dalam naungan BUMN, telah mendapakan mandate dari pemerintah pusat melalui keputusan menteri pusat Nomor 62/PMK.08/2017.

Kordinator lapangan, Yohanes Ndarung menyampaikan, ada beberapa alasan penolakan atas hal tersebut. Yakni, lokasi proyek dekat pemukiman warga, lokasi tersebut adalah lahan pertanian dan perkebunan, dekat dengan mata air dan Desa Ekowisata.

“Kami mendesak kementrian terkait agar mencabut izin dari PT SMI sebagai pelaksana Proyek dan kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan tidak memberikan segala upaya yang berusaha menimbulkan konflik ditengah masyarakat,” tegasnya. (Paulus)

Rekomendasi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.