Masyarakat Desa Muara Jaya Keluhkan Status Sertifikat Kepemilikan Tanah yang Belum Jelas

 

NusantaraTerkini.com, Kaur- Hingga saat ini, desa yang dijadikan sebagai lahan konservasi taman wisata alam ini membuat masyarakat Desa Muara Jaya Kecamatan Maje Kabupaten Kaur tidak bisa membuat Sertifikat Hak Milik (SHM).

Terkait hal itu, masyarakat menyampaikan keluhan mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaur melalui Juraidi dari fraksi PDIP.

Ia mengharapkan kepada Pemda Kaur untuk segera meninjau kembali permasalahan SHM tersebut.

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat meninjau kembali permasalahan yang ada di Desa Muara Jaya, agar warga desa ini tidak terzolimi oleh keputusan yang tanpa melibatkan warga Desa Muara Jaya. Warga ini tidak bisa membuat SHM tanah, selain itu ada beberapa perusahaan tambak udang yang berdekatan langsung dengan lahan konservasi alam,” ungkap Juraidi, Jumat (31/8).

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kaur, Jailani mengatakan kepada pihak Polres Kaur agar lebih serius dalam menangani setiap permasalahan, terlebih pada masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat Desa Muara Jaya.

“Tolong Kapolres Kaur dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan yang disampaikan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan pemindahan lokasi yang ditetapkan oleh gubernur, Desa Muara Jaya telah terbentuk pada tahun 1986, sedangkan pembentukan lahan konservasi tersebut ditetapkan setahun setelah itu, yaitu tahun 1987. Hal ini yang seharusnya menjadi sorotan dan perhatian pemerintah daerah. (YND)

 

 

 

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.