Masyarakat 3 Kecamatan Di Kaur Demo Tuntut Hak Ke Perusahaan

NusantaraTerkini.Com, Kaur – Warga Kecamatan Kinal dan sekitarnya di Kabupaten Kaur melakukan aksi demonstrasi di DPRD Kaur, Selasa (27/11/2018).

Puluhan massa tersebut mendatangi Gedung DPRD untuk menagih janji kepada perusahaan perkebunan sawit PT. Desaria Mining Plantation.

Mereka menagih lahan kebun plasma/kemitraan dan kompensasi yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

“Kami ke sini datang baik-baik, jangan sampai terjadi hal anarkis di masyarakat ke perusahaan, karena sampai saat ini kegiatan plasma baru sebatas land clearing dan sampai saat ini tidak ada kegiatan di perusahaan,” ujar
Saprudin yang merupakan perwakilan dari masyarakat Kinal juga calon petani plasma.

Setelah demonstrasi dilakukan pihak pemerintah menggelar rapat dengar pendapat atau hearing bersama semua komponen.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kaur, Nandar Munadi, M.Si menjelaskan di bulan Juli sebenarnya pernah duduk bersama dan ada kesepakatan bersama saat itu.

“Bagi kami dari pemerintah daerah permasalahan ini menjadi beban pikiran. Jadi saya minta pihak perusahaan ada kejelasan dan kepastian, masalah kompensasi harus diselesaikan di masyarakat, kalau perlu yang sudah tertanam saja yang dibagi, saya tidak setuju juga kalau perusahaan masih berjanji akan ditanam lahan baru lagi,” jelas Sekda Kaur di ruang komisi melalui hearing di DPRD Kaur, selasa (27/11/2018).

Ia juga meminta pihak perusahaan harus menyelesaikan hak-hak dari petani, termasuk permasalahan plasma dan hak kompensasi yang belum diselesaikan.

Kapolres Kaur, AKBP Arief Hidayat, S.Ik, juga memberikan saran agar pihak perusahaan bisa merealisasikan hak dari masyarakat dan meminta disetiap rapat penting harusnya yang hadir adalah orang yang mengambil keputusan.

“Seharusnya yang bisa hadir disetiap rapat penting orang yang bisa mengambil keputusan, agar hak masyarakat bisa direalisasikan,” Kata Kapolres Kaur.

Ditengah-tengah hearing ini warga dari Desa Bungin Tambun Kecamatan Padang Guci Hulu, mengeluhkan lahannya diserobot oleh pihak perusahaan tersebut.

“Lahan saya diserobot oleh perusahaan ini pak, dan kami merasa dirugikan, apabila perusahaan menyerobot seperti ini lebih baik perusahaan hengkang saja dari tempat kami,” Kata Nopian Ansori warga Bungin Tambun bernada emosi.

Pihak perusahaan yang diwaliki Simaljon sebagai Estate manajer menjelaskan, lahan 1.093 Hektar yang sudah ditanami dan diverifikasi sesuai dengan kesepakatan bulan Juli 2016, dimana sebanyak 415 hektar menjadi lahan petani plasma.

“Bulan Juni kami serahkan ke petani plasma, kami dari perusahaan meminta maaf belum bisa memberikan janji tentang kompensasi untuk 11 bulan, paling lambat 20 Desember 2018 bisa terealisasi,” Janjinya.

Dalam hearing ini tersebut hadir Kapolres Kaur, Sekda Kaur, Kepala Dinas Pertanian Kaur, Kepala BPN Kaur, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kaur, Kepala Kesbangpol Kaur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaur, Camat Kinal, dan perwakilan masyarakat sebanyak 5 orang. (YND)

Rekomendasi
Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.