Terbit : 15 Mei, 2019 - Jam : 10:35

Mantan Kombatan GAM Serahkan Selusin Senjata Api ke Kodam IM

Loading...

ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menerima penyerahan 12 pucuk senjata api (Senpi) dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Penyerahan senjata api peninggalan masa konflik itu dilakukan di rumah dinas Pangdam Iskandar Muda di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (15/5/2019).

Salah satu mantan kombatan GAM dengan wajahnya tertutup menyerahkan secara langsung ke 12 pucuk senjata api tersebut kepada pangdam IM.

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko kepada awak media mengatakan, ke 12 pucuk senpi yang diserahkan mantan kombatan GAM itu terdiri dari sembilan pucuk senjata laras panjang dan tiga pucuk laras pendek. Selain senjata api, Kodam Iskandar Muda juga menerima penyerahan 455 butir amunisi dan delapan magazen serta bahan peledak yang terdiri dari Granat, Tabung Pelontar, GLM serta Ranjau.

“Senjata yang kami terima, terdiri dari, jenis SS1, AK 101 ada enam pucuk, M16 dua pucuk dan pistol revolver,” kata Pangdam IM Teguh Arief Indratmoko.

Ia menyebutkan, sejumlah senjata yang diserahkan kepada jajaran Kodam Iskandar Muda ini, diserahkan atas kesadaran masyarakat dari hasil penggalangan secara terbatas dan komunikasi sosial yang dilakukan oleh Personil jajaran Kodam IM.

“Senjata tersebut masih aktif dan diserahkan karena kepercayaan masyarakat terhadap TNI sudah tumbuh setelah damai di Aceh,” kata Teguh Arief Indratmoko.

Pada kesempatan itu, Pangdam IM juga menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan penggalangan secara terbatas, tujuannya untuk mencegah atau meminimalisir tindakan-tindakan yang bersifat kriminal seperti perampokan mungkin juga digunakan oleh gembong narkoba.

“Setiap hari kita terus menghimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata api, agar bisa menyerahkan kepada pihak yang berwenang baik TNI maupun Polri, kami akan menjamin keselamatannya” ujarnya.

Panglima Kodam Iskandar Muda secara tegas dan memastikan bahwa Aceh saat ini dalam kondisi aman dan nyaman untuk dikunjungi dan ditempati oleh siapapun. Aceh kini berbeda dengan Aceh di masa konflik bersenjata.

“Masyarakat benar-benar sudah merasakan suasana Aceh kondusif. Aman dan nyaman, sehingga tak perlu lagi harus mempersenjatai diri.” Pungkas Pangdam IM Teguh Arief Indratmoko. [Is]

Loading...
Rekomendasi

Ruangan komen telah ditutup.